Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Selasa, 18 Desember 2012

Membuat MOL(Mikro Organisme Lokal) sendiri : MOL kepala udang

Kalau beberapa waktu yang lalu, saya biasa bikin MOL dari bahan campur baur. Tapi pada kali ini saya mencoba membuat MOL dengan bahan kepala dan kulit udang. Hal ini saya coba karena dari referensi yang saya baca, kepala dan kulit udang mengandung unsur N yang cukup tinggi. Makanya saya berharap setelah MOL jadi mau saya gunakan sebagai pupuk daun dengan cara disemprotkan. Dan karena penggunaanya dengan cara semprot maka saya kasih campuran bawang putih, itung2 sekalian untuk mengusir hama tanaman terutama tanaman cabai rawit saya karena tanaman cabai paling sering terserang hama. Namanya juga coba – coba, harapannya ya berhasil tapi kalau gagal ya nanti coba lagi resep yang lain. Maklum, saya bukan ahli kimia dan bukan ahli tanaman tetapi saya pecinta tanaman dan biasa bicara berdasarkan hasilnya (testimoni). Jadi kalau ada pembaca yang mau mencoba sebaiknya tunggu dulu hasil testimony saya nantinya.
Adapun bahan yang saya pakai adalah :
-        Kepala dan kulit udang (limbah saat istri ngebersihin udang)
-        Gula pasir 3 sendok
-        Bawang putih beberapa suing
-        Air kelapa
-        Larutan EM* sebagai biang fermentor
Caranya : Blender kepala/kulit udang, gula pasir dan bawang putih. Campur dengan air kelapa dan EM secukupnya (sekitar 25-50 cc) kemudian simpan dalam botol bekas air mineral ukuran 1.5 ltr dengan ditutup rapat. Buka tutup botol setiap 2 hari sekali, demikian dilakukan berulang2 sampai 2 minggu. Setelah 2 minggu saring larutan dan larutan siap digunakan.
Adapun larutan yang saya bikin belum ada 2 minggu sehingga belum saya gunakan. Tetapi ketika saya buka setiap 2 hari, baunya lumayan menyengat. Aroma bawang putihnya kuat sekali. Saya sendiri terus terang gak tahan baunya, mudah mudahan yang gak tahan baunya bukan cuma saya tetapi hama juga mabuk. Semoga saja  larutan ini nantinya bisa seefektif yang saya harapkan baik dalam mengusir hama ataupun dalam pemupukan.




















       Kepala/kulit udang diblender                                                    Larutan siap fermentasi

7 komentar:

  1. kepala ikan bisa pak? trus em itu apa ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pak..EM yaitu Effective Microorganism berfungsi sebagai bactery fermentor dalam proses fermentasi. Larutan EM bisa dibeli di toko pertanian atau bisa juga buat sendiri. Untuk fermentornya saya biasa pakai EM4 yang sudah saya perbanyak semdiri. Kalau kita sudah bisa bikin pupuk cair sendiri, kita sudah melakukan penghematan yang banyak dan tidak tergantung pupuk dari toko ataupun pabrik. Mengenai khasiat juga tak kalah dengan pupuk cair yang kita beli kok.

      Hapus
  2. Saya sudah bolak balik halaman blog ini, sangat informatif dan saya sangat tertarik untuk mencobanya. Nanti bapak bantu saya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap pak..dan saya sangat senang kalau bisa membantu

      Hapus
  3. Lapor pak Teguh, saya sudah beli benih bayam,kangkung,sawi dan timun, sudah ngumpulin botol aqua dan kain panel untuk wick. Besok mau semai bibit dan cari bahan untuk buat MOL. Yang belum ada arang sekam, ga ada di tempat saya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nggak ada arang sekam, bisa menggunakan media yang lain misalnya pecahan bata, pasir atau arang kayu biasa (tapi agak mahal). Kalau pakai pecahan bata biasanya kalau batanya tidak bagus nanti bisa hancur dan jadi lumpur. Kalau pakai arang kayu sebaiknya dibuat pecahan2 kecil. Trus kalau mau hidroponik, kalau pupuk hanya dari MOL sepertinya hasilnya kurang optimal karena sebagaimana kita ketahui berapa kandungan hara dalam MOL kita tidak tahu sedangkan untuk hidroponik unsur hara betul2 didapat dari larutan nutrisi yang kita sediakan. Tetapi untuk hobi ada baiknya dicoba dulu.

      Hapus
  4. Spya mol ny ngak "Bau Naga" bisa ditambahkan buah nanas pak.. insya Allah harum heheh

    BalasHapus