Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Minggu, 16 Desember 2012

Apel Indiaku Berbuah lagi.

Di awal awal posting saya sekitar 9 bulan yang lalu, saya sempat memposting tentang apel India atau putsa. Di sini saya tidak akan uraikan apa itu putsa atau apel India, tetapi saya Cuma akan sampaikan perkembangannya setelah 9 bulan saya tanam.
Tanaman yang semula hanya sebesar kelingking dengan tinggi 50cm setelah 9 bln ini batang bawahnya sudah sebesar pergelangan tangan saya dan sudah setinggi 2.5 meter. Dan ini merupakan pertumbuhan yang sangat pesat menurut saya, mungkin karena saya tanam ditanah langsung.
Sebenarnya sejak 3 bulan setelah tanam, tanaman ini sudah berbuah bahkan bisa dibilang selalu ada buahnya. Sayang sebelum sempat petik, saya selalu kalah duluan sama lalat buah. Ada sih pernah saya petik beberapa biji. Rasa buahnya tidak menggambarkan rasa apel sama sekali, malah lebih cenderung mirip rasa buah jambu sukun. Tetapi apapun rasanya, tanaman ini sudah menjadi peneduh halaman belakang saya.
Nah sekarang ini tanaman berbuah lagi dan buahnya cukup lumayan banyak. Saya pikir2 rasanya sayang kalau buahnya harus dikasih ke lalat buah. Makanya dengan modal ketelatenan tiap dompol buahnya saya bungkus pakai plastic atau kain kaos bekas (mudah2an rasanya nanti nggak kecut karena keringat he..he..). Semoga saja hasilnya nanti seperti yang saya harapkan, yaitu buah yang bersih dan ranum.
Untuk penampakannya seperti gambar dibawah..



               Sebelum dibungkus                                                            Dibungkus plastik



                   Dibungkus kaos                                                           Simsalabim...inilah isinya

11 komentar:

  1. Pak teguh gi mana cara perbauk buah putsa ini ? Tau gk..aq coba peke biji gk tumbuh, mau di okulasi tpi gk ad batang bawahya,.sy udh stek gk bisa jga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan dicangkok mas. Yang lalu saya cangkok untuk perbanyakan dan saya bagi2 ke teman.

      Hapus
  2. Aq jg pernah cangkok pak, tpi gk keluar akar.
    Media utuk cangkoknya apa pak ?
    Butuh berapa minggu sampai keluar akar ?
    u/ diameter batangx brapa cm ?
    Batang atas apa batang yg bawah pak y d cngkok?.
    Maaf byk tanya, coz sy mau coba cangkok lgi.hehe

    BalasHapus
  3. Untuk media cangkok saya pakai tanah campur kompos. Kalau pencangkokan berhasil, biasanya setelah 2 minggu mulai keluar akar. Dan setelah 1,5 bulan akar sudah banyak dan tanaman bisa dipindah tanam.
    Untuk batang yang mau dicangkok, usahakan jangan yang terlalu tua atau terlalu muda dengan ukuran sebesar jari kelingking. Batang atas/bawah sama saja yang penting jangan terlalu tua. Biasanya batang masih berwarna agak cerah.

    BalasHapus
  4. Apakah pak teguh pake hormon penumbuh akar (root-up)?..
    Setlah kambiumnya di hilangkan apkh di diamkan 1 hari dulu ? Apa langsung d bungkus/cangkok ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya nggak pake hormon apa2 mas, cuma saya diamkan sehari semalam kemudian saya bungkus dengan tanah + kompos.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Saya udah coba mencangkok tpi sudah 2 minggu blum kluar akar apa saya gagal???mohon pencerahan nya

    BalasHapus
  9. gitu aja ko repot. pengalaman saya.. pribadi....
    stek sy blm prnah coba. tapi degan cara lain berhasil
    setek yg sy coba medianya bukan tanah tapi air
    batang puspa yg tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda di potong sama seperti kita setek tapi media gunakan air yang di campur ZPT perangsang akar.
    taru aja batang puspa di air itu yg berwadahkan toples,botol dlll
    sisakan daun puspa dibatangnya tapi dipotong setengah daun.. jadi deh..
    2-3 minggu mulai munul tunas.....
    jika air berkurang tambah aja lagi dn di ampur ZPT...
    waktu daun dn tunas sudah banyak dan sudah kelihatan berakar
    adah toples tadi masukin media tanah dikit2 , besoknya tambah lagi tanahnya dnseterusnya sampai tanah penuh... udahtu tinggal bongkar toplesnya dan pindahin ke tanah atau poooot..
    itu yg sy lakukan perbanyakan puspa. sering gagal mendekati keberhasilan. nyobanya jg jgn 1 bata,, buat 10 btng paling yg berhasil 3- 5 batang yg lainnya almarhum .....

    BalasHapus