Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via sms yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon, via komentar atau email.



Selasa, 02 Oktober 2012

Mencoba Hidroponik Sederhana

Saya suka bertanam sejak masih remaja, tapi dulu asal dengar istilah hidroponik saya selalu membayangkan bertanam dengan media air dan memerlukan peralatan yang ribet dan mahal.

Seiring perkembangan waktu dan dengan adanya internet, ternyata hidroponik itu tidak serumit yang saya bayangkan. Karena dalam hidroponik ada berbagai system mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit dan perlu biaya besar.

Tapi di sini saya tidak akan membahas macam - macam hidroponik karena penekanan saya di sini adalah saya mau berhidroponik dengan cara paling sederhana yaitu system wick atau sumbu. Kenapa saya pilih ini, ya karena selain sederhana tentunya biayanya paling murah.

Untuk menanam hidroponik sederhana ini yang saya perlukan adalah :
 
-        botol plastik air mineral bekas,
-        gelas plastik bekas air mineral,
-        jerigen plastik bekas minyak goreng,
-        kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
-        nutrisi hidroponik.
-        Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.

 Kita bisa melihat betapa sederhananya bahan yang dibutuhkan. Bahkan kebanyakan besar dari barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita juga bisa memanfaatkan barang barang bekas. Sehingga botol bekas, jerigen bekas dan gelas plastik bekas yang mestinya dibuang dan menjadi limbah ternyata masih bisa diambil manfaatnya.

Adapun cara membuatnya adalah sbb :

Hidroponik Wick dengan botol bekas caranya :
  1. Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan bawah)
 
  1. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara 
     3.  Pasang sumbu  pada bagian bawah botol.

  


  1. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.
 
  1. Isi bagian atas botol dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah.  
    6.   Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.


    7.   Siram dengan larutan nutrisi hidroponik. 




Hidroponik Wick dengan jerigen plastik bekas caranya :
  1. Lubangi bagian samping jerigen bekas. (gunakan pisau cutter atau bor) dengan jarak sesuai yang kita inginkan.
 
  1. Lubagi bagian bawah dan samping gelas plastik untuk memasang sumbu dan untuk aliran udara. Paling mudah dengan menggunakan besi panas atau soldir listrik. 
  2. Pasang sumbu di bagian bawah gelas plastik
 
  1. Isi gelas plastik dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah. Saya gunakan arang sekam karena lebih steril.
  2.  Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam. 
  3. Isi jerigen dengan larutan nutrisi hidroponik

  4. Masukkan gelas plastik ke dalam lubang jerigen yang sudah dibuat sebelumnya.
     8.  Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi masih bisa mendapat sinar matahari (teras rumah).


Dengan uraian di atas dan melihat gambar yang ada, kita bisa menyimpulkan bahwa bertanam dengan hidroponik bukanlah suatu hal yang sulit dan mahal. Dan yang perlu diingat adalah dengan hidroponik ini kita bisa bertanam ditempat yang sempit dan tidak ada tanah sekalipun. Akan lebih bagus lagi kalau dalam penempatan pot disusun dalam rak rak tingkat sehingga bisa lebih memaksimalkan lahan yang ada. Anda tertarik..??? Mari kita coba di rumah kita masing – masing....


272 komentar:

  1. Makasih mas Teguh untuk informasinya,kebetulan saya baru ingin mencoba...untuk nutrisi-nya bikin sendiri komposisinya apa ya mas teguh?atau beli dengan merk apa?tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena sekedar hobi, saya pakai nutrisi yang siap pakai. Mereknya saya lupa, tapi kalau mau cari di internet banyak kok. Tapi beberapa hari ini saya mencoba pakai NPK mutiara 15 gram + gandasil D 10 gram dilarutkan dalam 10 liter air(resep dari mbah google he..he..), saya coba ke tanaman lombok saya hasilnya cukup memuaskan. Tanaman daunnya subur dan warnanya hijau segar, tapi belum berbuah karena baru saya tanam sekitar 3 minggu.

      Hapus
    2. Mas Teguh, mau nanya kalo media yg digunakan pecahan genteng saja bisa ya? Saya punya tanamn lombok yg masih kecil, ingin saya pindah dimedia yg menggunakan sist wick, maka saya kan harus persiapkan dulu wadah dan perlengkapannya..
      Terima kasih

      Hapus
    3. Bisa mas, tapi kalau bisa pecahannya dibikin agak kecil2supaya mudah pengaturannya dipotnya. Dalam hidroponik fungsi media tanam hanya untuk menyangga supaya tanaman tidak rebah kok.

      Hapus
    4. kalau untuk nutrisinya pakai gandasil D saja kira2 bisa tidak ya mas? koq saya kesulitan cari yang jual NPK mutiara..

      Hapus
    5. Mungkin bisa dicoba mas, tapi setau saya kalau gandasil D untuk pertumbuhan daun. Coba saja nanti setelah masa berbuah dikasih gandasil B. Namanya juga coba2 sekedar hobi mas..

      Hapus
    6. oke,, makasi mas Teguh. Kalau boleh minta kontaknya mas Teguh (hp/pin) barangkali sewaktu-waktu butuh arahan ini mas (namanya juga belajar, belajar pada yg ahli), kalo tdk keberatan mas, bisa dsms saya d 083852707199.. thx

      Hapus
    7. Boleh mas, ini nmr saya 08125524334/0811587665

      Hapus
  2. Wah menarik nih
    Kalau untuk nutrisi, apakah perlu diganti tiap berapa periode mas?
    Untuk media seperti penyangga apa juga perlu diganti?
    Untuk tanaman cabenya, berapa umur benih untuk siap dipindah dari persemaian?
    Rocwool itu paling mudah didapat dari mana ya?
    Maaf mas banyak tanya heheh, semoga dijawab
    Salam go green

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk nutrisi nggak perlu diganti pak, cukup ditambah aja bila sudah hampir habis. Untuk media juga nggak perlu diganti. Untuk tanaman cabe bisa dipindah tanam setelah berdaun 4-6 helai. Tapi kalau mau lebih aman langsung aja 2 biji cabenya ditanam ke medianya. Nanti kalau udah tumbuh tinggal dipilih mana yang bagus. Yang jelek dicabut aja.
      Untuk rockwool coba cari via internet di paktany hidrofarm atau di ferti-mix.
      Salam go green juga

      Hapus
  3. pa Teguh dikota mana? aku ingin tahu langsung hasil tanaman bapak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya di Bontang Kaltim mas/mbak..tapi untuk saat ini hidroponik saya lagi mandek karena lagi musim hujan. Rencana minggu depan baru mau bongkar2 halaman belakang untuk bikin mini green house. Maklum pekarangan cuma sempit. Lha sampeyan dimana?

      Hapus
  4. Balasan
    1. Pak/bu, kalau untuk mengajari anak2, coba sampeyan bisa buka di link ini http://jemberberkebun-rud.blogspot.com/2012_02_01_archive.html selain banyak gambarnya juga ada videonya. Sangat jelas cara2nya dan mudah dalam aplikasinya.

      Hapus
  5. menarik nih
    mas teguh bontangnya di mana? saya di sangatta
    tpi mertua di bntang sapa tau bisa main2 klo pas ke bontang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya di daerah kel. api2. Kalau mau datang info saja mas. Tapi kalau dalam waktu dekat ini tanaman lagi amburadul karena baru saya bongkar.Rencananya mau saya bikin semacam nurseri tapi kecil saja karena kondisi yang sekarang kalau pas panas, panasnya ampun2an.

      Hapus
  6. pak kalo hidroponik gak pake sumbu (akar langsung ke air) apa media tanamnya (sekam/pasir) gak ikut jatuh ke bawah? terus apa akarnya bisa langsung keluar sendiri ke lubang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. medianya nggak akan jatuh mbak karena medianya kita tampung di gelas air mineral. Akar juga akan keluar sendiri melalui lubang2 yg kita buat pada gelas plastik tsb. Saran saya kalau tidak pakai sumbu sebaiknya gelas plastik jangan terendam semuanya karena akar juga memerlukan oksigen. Sebaiknya gelas plastik terendam air sepertiga bagian saja. Dengan adanya gaya kapiler, air akan merembes ke media yang tidak terendam.

      Hapus
  7. Pak Teguh,, terimakasih atas informasi yang sudah diberikan..
    Jadi pengen nanam di lahan sempit hehehe..
    yang mau saya tanyakan untuk hidroponik di jerigen itu apa perlu dilakukan penggantian larutan nutrisi hidroponik secara berkala atau jika dirasa mulai berkurang ditambah lagi secukupnya?
    Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak usah ada penggantian yang penting ketika air dirasa kurang segera ditambahin. Jangan sampai kekeringan. Trus untuk wadah sebaiknya dicat warna gelap supaya tidak berlumut. Ditahap awal yang lalu airnya tumbuh lumut, makanya untuk selanjutnya jerigen saya cat hitam. Inilah enaknya learning by doing, kita akan segera tau plus minus dari apa yang kita lakukan.

      Hapus
  8. mas,kalo nutrisinya pake urea + gandasil B aja,bisa ga mas........?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya bisa tapi pertumbuhan tidak sebagus yg pake nutrisi khusus hidroponik karena masih kekurangan unsur mikronya. Btw, saya coba pake NPK + gandasil juga bagus kok cuma pohon cabai saya buahnya tidak sebanyak yg pake nutrisi khusus hidroponik.

      Hapus
    2. Mas teguh, apakah dengan hidroponik, tanaman cabai tidak bermasalah dengan daun, misalnya menjadi kriting atau ada semuat dan serangga lainnya? jika ia, bagaiaman mengatasinya supaya tidak menggunakan pestisida (racun semut/serangga), sehingga tetap menikmati buah yang aman dari racun. Terimakasih sebelumnya atas semua penjelasan di blognya mas. sangat membantu.

      Hapus
    3. oo tidak mas, justru kalau takaran nutrisinya pas hasilnya lebih berlimpah daripada cara konvensional. Kalau masalah daun keriting itu bukan faktor pupuknya tetapi memang karena adanya penyakit. Keriting daun dan biasanya diikuti daun menguning itu karena virus yg biasa disebut virus gemini atau virus kuning. Virus tersebut biasa terbawa oleh hama yg biasa disebut aphid atau bisa juga thrips. Hama ini berupa binatang kecil berwarna hijau kehitaman yg menempel dibawah daun. Karena binatang ini mengeluarkan cairan yg manis, maka biasanya kalau ada hama ini pasti semut akan berkerumun disitu.
      Untuk mengatasinya bisa pakai pestisida organik yg kita buat sendiri. Adapun bahannya adalah bawang putih 2 siung, tembakau segenggam/rokok 5 batang (yg tdk ada gabusnya, mis. gudang garam merah), sunlight.
      Caranya bawang putih ditumbuk halus. Rokok diremas diambil tembakaunya saja. Masukkan ke dalam botol bekas aqua 600 ml. Isi dengan air sampai penuh. Biarkan campuran tadi minimal semalam.
      Dosis penggunaan, ambil larutan sebanyak 1-2 tutup botol aqua. Campur dengan 1 liter air. Tambahkan 1 sendok makan sunlight/mamalemon masukkan ke dalam campuran tadi. Fungsi detergen ini untuk perekat ke daun, selain itu baunya juga gak disukai serangga. Aduk rata semua campuran. Semprotkan ke daun yg diserang hama (biasanya bagian bawah daun). Hati2, jika dosis kebanyakan dauan akan menguning dan rontok.

      Hapus
  9. wah terima kasih informasinya,
    perlu di coba.. buat samben... kalu bibitnya belinya dimana ya...?? atau carinya dimana..?? nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk bibit/benih bisa beli di toko2 pertanian terdekat pak. Tapi kalau mau cari via online juga banyak kok yang jual benih eceran. Misalnya disini: http://petanirumahan.wordpress.com/2012/10/31/jual-benih-sayuran-eceran-rp-1000-per-bungkus-update-maret-2013/

      Hapus
  10. mas saya nyoba nih bikin pake botol air mineral, tp media tanamnya pake serbuk kira kira bisa gak ya mas? trus panelnya pake bekas bedong anak saya hehe...wish me luck deh..hehe
    eh trus kalo tanam bibit sawi itu kita taburkan perbiji gitu ya...ato boleh tiga biji per media botol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media apa saja boleh yang penting bisa menjaga kelembaban untuk pertumbuhan tanaman. Semoga berhasil deh...

      Trus kalau mau tanam sawi ataupun sayuran yang lain bisa saja ditabur 3-4 biji per media botol. Nanti kalau sudah tumbuh baru disortir tinggalkan 2 tanaman saja. Yang penting jangan merasa sayang ketika membuang tanaman yg tumbuhnya kurang bagus.

      Hapus
  11. klo mau kirim email kemana ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kirim saja ke teguh_u@yahoo.co.id atau teguh_u@banpuindo.co.id

      Hapus
  12. luar biasa inspirasinya,,salam lok21.@teguh_sule

    BalasHapus
  13. pak teguh, untuk menambahkan nutrisi ke jirigen apa media tamannya diambil dulu apa langsung disiram lewat media?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menambahkan nutrisi bisa langsung disiramkan ke medianya (tetapi air nutrisi tumpah) atau dengan mengangkat salah satu pot kemudian air nutrisi diisikan melalui lubang dudukan pot. Ini lebih mudah dan air tumpah bisa diminimalkan.

      Hapus
  14. dear pak teguh.
    saya berniat untuk memulai bercocok tanam di rumah.
    mau tanya untuk hidroponik, sama sekali gak boleh kena hujan ya pak?
    lalu untuk melubangi pipa, pake alat apa pak namanya? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya hidroponik boleh kena hujan dengan catatan kita bisa mempertahankan konsentrasi nutrisi yg ada. Caranya, ya setiap habis kena hujan harus dichek kepekatan nutrisinya berkurang atau tidak. Dan tentunya pekerjaan ini cukup merepotkan dan memerlukan alat khusus (ECmeter/TDSmeter). Dengan melindungi hidroponik dari air hujan tentunya kita bisa menghindari kerepotan itu untuk tetap mempertahankan kepekatan larutan nutrisi hidroponik kita.

      Kalau untuk melubangi pipa saya menggunakan bor dengan mata bor khusus yang biasa disebut "Hole Saw". Tapi kalau mau mencoba hidroponik sederhana bisa menggunakan jerigen bekas atau gabus bekas kemasan buah mbak. Untuk melubanginya cukup menggunakan pipa besi yg dipanaskan kemudian tempelkan ke titik rencana lubang. Tapi jangan lupa kalau pakai jerigen/wadah yg transparan sebaiknya dicat dengan warna gelap untuk menghindari lumut yg tumbuh dalam larutan nutrisi.

      Hapus
  15. Mas Teguh,saya bertanam tomat hidroponik dg polibag dan media pasirkali.Satu polibag ada 2 atau 3 pohon.Semua sudah berbuah lebat.Bahkan ada yang satu polibag ditanami tomat dan mentimun.Pupuk dg NPK(bukan NPK mutiara/biasa) dan gandasil D sebelum berbunga. Setelah berbunga dgn gandasil B.Cara menyiramnya cukup praktis , yakni diatas polibag ditaruh botol aqua/kaleng,di isi air,diberi sumbu dg kain bekas, dan sumbunya ditanam kedalam pasir.Yg tinggal di cilacap dan sekitarnya silahkan mampir saya siap membantu secara gratis.Alamat saya: Warung makan Khas Pedesaan,Jalan Raya Slarang 58 Cilacap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih share pengalamannya mas/mbak..saya akan coba praktekkan biar bisa mendapat pengalaman juga.

      Hapus
  16. Pak Teguh, larutan nutrisi yg organik contohnya pake apa ya? bagaimana frekuensi penggantian larutan nutrisi ini? bagaimana jika larutan nutrisinya terkena sinar matahari langsung,berpengaruhkah?
    Terimakasih..atas perhatiannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk hidroponik biasanya jarang yang organik bu. Karena saya pernah mencoba dengan MOL (Pupuk organik cair) hasilnya kurang optimal.Kalau mau hidroponik organik bisa menggunakan sistem akuaponik yaitu gabungan dari pemeliharaan ikan dikolam dengan bertanam sayuran. Kalau cara detailnya bisa dicari via google dengan ketik "akuaponik" nanti akan muncul informasi lengkap seputar akuaponik bu.

      Hapus
    2. Eh maaf..ada yg ketinggalan bu...kalau larutan nutrisi terkena matahari akan tumbuh lumut. Untuk itu wadah untuk hidroponik diusahakan tidak tembus cahaya matahari.

      Hapus
  17. Pak Teguh Salam Kenal....
    Beberapa hari ini saya sering baca artikel pak Teguh sangat bermanfaat,
    dulu saya pernah nanam cabe dipolibag, tp karna kesibukan saya akhirnya mati ga terawat karna ga ada yg nyiram...
    n saya mulai mencoba menanam menggunakan hidroponik, tp baru td sore jd sekarang sedang nunggu hasilnya....
    doakan semoga berhasil....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga pak..selamat berhidroponik

      Hapus
  18. mas teguh...salam knl....kbtulan jg nih sy bru bc tntang hidroponik....kok jd tertarik....mau nanya dikit...kalo pake pipa 3' kebesaran gak ya...atau bagusnya ukuran yg brpa...terimakasih sblmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya salam kenal juga mas..untuk ukuran pipa sy biasa pakai yg 2,5" dg pertimbangan harganya ga terlalu mahal dan sudah memadai utk hidroponik.

      Hapus
  19. maaf numpang lewat . mau mencoba hidroponik ...

    BalasHapus
  20. Pak teguh, kalo nanam cabe pake pipanya berapa inchi? mengingat cabe bisa tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk lombok nggak cocok pakai pipa pak, karena sosok tanamannya besar. Biasanya orang menggunakan polybag atau pot dengan media cocopeat atau arang sekam. Sistem hidroponiknya menggunakan fertigasi (fertilization irigation) model tetes.

      Hapus
    2. oh begitu yah.... terimakasih, lg nyabo nanam cabe rawit nih, pakenya ember mumpung dirumah ember kecil banyak... tp mau coba yg sisem sumbu....

      Hapus
    3. Saya sebetulnya juga tanam cabe pakai sistem sumbu pak..tapi nggak saya upload.

      Hapus
    4. kapas bisa ga yah digunakan sbg media tanam?

      Hapus
    5. Bisa sih pak..tapi mahal. Kapas biasanya utk media semai aja

      Hapus
  21. makasih pak teguh infonya sangat bermanfaat
    abis baca artikelnya saya jadi semangat pengen coba bikin..
    mau tes dulu satu atau dua jenis simpen di jendela kamar
    siapa tau kalo berhasil bisa naik tingkat ke aeroponik hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. siiplah mas..selamat mencoba..

      Hapus
  22. salam kenal pak teguh,saya pemula yg br belajar saya mau tanya takaran pupuk hidroponik dan mol untuk 1liter air kira- kira berapa?untuk caisim,sawi dan selada menggunakan media hidrogel,apa kandungan nutrisi pupuk hidroponik dan mol tidak rusak jika diredam dg air hangat ( menjaga supaya hidrogel tetap steril )?...terima kasih























    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak Dian,
      untuk pupuk hidroponik dengan MOL berbeda. Pupuk Hidroponik merupakan pupuk kimia berupa garam2an dan mineral yg lain di mana untuk komposisinya sudah dihitung sesuai dengan tanaman yang akan kita tanam. Sedangkan kandungan yg ada di MOL adalah mikroorganisme untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi bagi tanaman. Adapun untuk aplikasinya tidak bisa digabung.

      Kalau mau menanam sayuran secara hidroponik dgn hidrogel cukup pakai pupuk hidroponik (ABmix). Pertanyaannya, apakah bertanam sayuran dengan media hidrogel cukup ekonomis? Karena setau saya harga hidrogel juga cukup lumayan mahal.

      Untuk takaran pupuk hidroponik disesuaikan dengan tanaman yg akan kita tanam. Misalnya untuk selada 560 - 680 ppm, Pakcoy 1050 - 1400 ppm. Untuk mengukur ppm nutrisi menggunakan TDSmeter atau ECmeter. Tapi untuk pemula, bisa pakai takaran 5 ml larutan A + 5 ml larutan B dicampur dengan air 1 ltr (ppm sekitar 600 ppm) untuk selada. 7.5 ml larutan A + 7.5 ml larutan B campur 1 ltr air untuk sawi, pakchoi atau caisim.

      Sedangkan untuk MOL aplikasinya bisa disemprotkan di daun untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi.

      Hapus
    2. terima kasih infonya mau langsung saya praktekan dirumah :>

      Hapus
    3. sama2 mbak..selamat mencoba..

      Hapus
  23. Pak saya coba pakai kain flanel kok naik nutrisinya lama bener ya. Semalaman aku tunggu , ujung atas tempat ketemu media tanam belum basah juga. Apa memang begitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya kain harus dibasahin dulu utk memancing naiknya air..

      Hapus
  24. salam kenal pak, untuk pupuk hiroponik itu apa saja dan bisa dibeli dimana pak ? adakah yg bisa menyediakan on line ? trims infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak..utk pupuk hidroponik berupa pupuk garam2an dan mineral lain yg takarannya sdh dihitung sesuai kebutuhan tanaman. Pupuk ini tdk dijual bebas ditoko pertanian. Pupuk ini biasa dijual oleh nurseri2 besar yg bergerak dibidang hidroponik. Tapi utk saat ini banyak dijual online. Coba aja gabung di group "hidroponiku" via fb. Disitu banyak pelaku hidroponik dan penyedia sarana hidroponik.

      Hapus
    2. selamat menunaikan ibadah puasa
      pak,saya mau tanya cara menanam selada dg benar,krn pertumbuhan selada saya agak layu dan pertumbuhan lambat 1minggu masih keluar 3helai daun kecil,penyiram sehari 2x menggunakan sepeyer,pemberian mol 3hr sekali dg perbandingan 5ml:1liter air,media yg saya gunakan serbuk kayu halus,pupuk kandang (dr limbah hamster dan kelinci yg saya pelihara di rumah),sekam mentah dg perbandingan 1:1:1,dan mulai beberapa hari yg lalu panas matahari terik sekali,apa yg salah dr penjelasan saya?terima kasih....

      Hapus
    3. Tidak ada yang salah kok mbak, umur selada sudah berapa lama mbak? Kalau untuk awal2 pertumbuhan biasanya sayuran selada/sawi memang kelihatan lambat. Biasanya mulai semai sampai pindah tanam (keluar 4daun)perlu waktu sampai 2 minggu. Tapi dengan perawatan yang benar saat mulai minggu ke 4 pertumbuhan tanaman akan sangat cepat karena akar sudah menyebar dan optimal dalam menyerap unsur hara.
      Yang perlu diingat bahwa, selada jenis sayuran subtropis. Kalau di Indonesia cocoknya di daerah dataran sedang - tinggi di mana di daerah tersebut cenderung hawanya dingin. Jadi sebetulnya kurang tahan terhadap panas yg terik. Kalaupun bisa hidup di daerah panas, pertumbuhannya tidak akan sebagus yg ditanam di daerah dingin.
      Bersabar dulu aja mbak. Jika dalam usia 35 hari belum tumbuh besar baru bisa disimpulkan bahwa ada kesalahan dalam penanaman, mungkin prosedur atau syarat2nya.

      Hapus
  25. dari ila widiyanto ngawi
    pak, kalau misalnya pupuk nutrisinya itu diganti dengan pupuk yang lain misalnya pupuk kandang, mitu boleh gak pak???? soalnya yang ada dirumah adanya itu.....
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa teman yg mencoba dengan pupuk NPK, Growmore dll tapi hasilnya tidak sebagus nutrisi khusus hidroponik. Ada juga yg coba pakai MOL/POC hasilnya juga tidak bagus karena kandungan hara makro dan mikronya tdk diketahui komposisinya.

      Kalau saya yg pernah saya coba ya cuma dengan NPK+gandasil D hasilnya lumayan untuk pemula.

      Kalau mau carinutrisi hidroponik sebetulnya gak susah kok mbak, beli via online aja. Cari di google banyak. Kalau melihat harganya sepertinya mahal, tapi kalau kita hitung secara matematis ternyata murah aja.

      Hapus
  26. Terimaksih Pak Teguh berawal dari membaca tulisan Pak Teguh sekarang saya punya hobi baru, yaitu berhidroponik, benar apa yg dikatakan pak teguh, kalo di itung2 sebenarnya pupuk hidroponik ga terlalu mahal tp karena belinya harus satu paket n secara online jd kelihatanya mahal, maaf pak teguh saya mau berbgi pengalaman, saya beli pupuk AB Mix seharga Rp.80rb/paket, terdiri dr pupuk A 1kg dan pupuk B 1kg, dr paket tersebut dijadikan larutan pekat mjd 5liter pupuk A dan 5liter pupuk B, untk membuat 1liter nutrisi diperlukan 5ml larutan A dan 5ml larutan B , jd satu paket pupuk AB Mix bisa untk 1000 liter... semoga rincian ini memberi semangat bg yg ingin berhidroponik.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pak Wardoyo, saya juga bersyukur kalau blog saya ini sudah bermanfaat bagi orang lain.
      Eh iya ..tambahan dari saya, 5ml larutan A dan 5ml larutan B dijadikan 1ltr larutan encer, pasnya untuk selada yg hanya memerlukan 560 ppm - 840 ppm. Tetapi untuk sawi, bayam dan sejenisnya perlu larutan yg lebih pekat. Jadi untuk takarannya perlu ditinggikan misalnya 7 ml untuk 1 ltr air. Insya Allah hasilnya bisa optimal pak.

      Hapus
    2. terimakasih masukannya pak, kalo untuk cabe rawit untuk 1Liter air nutrisinya berapa ml pak?

      Hapus
    3. kalau utk cabe perlu 7-10 ml pak krn cabe perlu ppm yg lebih tinggi

      Hapus
    4. ok, terimakasih.... maaf, Pak Teguh di FB namanya Teguh Untara bukan?

      Hapus
    5. tadi pagi saya baru sempat merubah nutrisinya pak, saya coba 1.5Liter air nutrisinya 10ml , ternyata barusan saya lihat langsung ada perubahannya, daun nampak lebih segar....

      Hapus
    6. Betul pak, nama saya di FB Teguh Untara, lha takaran segitu untuk tanaman apa pak Wardoyo? Kalau untuk jenis macam sawi dan bayam takaran segitu cocok pak karena untuk sawi perlu ppm 1000 - 1200 sedangkan bayam di kisaran 1200ppm. Tapi kalau untuk selada sebaiknya tetap pakai yg 5ml utk 1 ltr airpak karena selada hanya perlu ppm yg rendah.
      Usahakan ppm nutrisi sesuai kebutuhan tanaman, kalau kekurangan tanaman tetap hidup tapi pertumbuhan nggak optimal, tapi kalau kelebihan tanaman bisa mati.
      Kalau sudah seneng hidroponik usahakan beli saja TDS meter pak untuk ngukur ppm dari larutan yg akan kita berikan ke tanaman. Harganya sekitar 200 rb.

      Hapus
    7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    8. untuk cabe rawit pak, untuk menghindari resiko tanaman mati jadi bertahap, ga berani langsung ngasih nutrisi dengan ppm tinggi...
      penginnya sih beli TDS meter biar pemberian nutrisinya lebih terukur...
      terimakasih atas sarannya....

      Hapus
    9. betul pak, untuk cabe rawit perlu ppm 1500 saat sudah masa berbuah. Kalau untuk tahap awal bahkan kita perlu cuma sekitar 400-500 ppm kemudian ditingkatkan sesuai umur tanaman sampai menginjak masa berbuah perlu 1500 ppm.

      Hapus
    10. sistem tetes itu selama 24 ya pak teguh? atau pakai timer? dan air tetesannya bisa d pakai lg?

      Hapus
    11. bisa 24 jam ataupun pakai timer, tetapi utk penghematan listrik sebaiknya pakai timer. Air tetesan jika ditampung bisa dipakai ulang tetapi biasanya kurang bagus.

      Hapus
  27. Pak... Apa bener klo menggunakan botol bekas dan ditempatx di daerah yg terkena banyak sinar matahri, botolx bakal lumutan? Apa dalam kondisi berlumut akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak/bu Yuna..sebagaimana pengalaman saya ataupun temen2 yg pernah mencoba pakai botol bekas, saat terpapar matahari akan tumbuh lumut. Dalam kondisi tersebut sebetulnya pengaruh ke tanaman tidak begitu signifikan tapi dalam penampilan kesannya jadi jorok.

      Hapus
  28. saIam mas Teguh,, saya punya Iahan sawah 21are,, sekarang mau saya bangun rumah di atasnya,, namun 10are sy mau jadikan tempat berkebun tanaman2 yang k0mersiI mungkin dngn system hydr0p0nik,, saya masih bingung,, bagaimana menata,, apa perIu bangunan khusus untuk itu? semacam green h0use,,
    satu Ig mas,, tanaman yg di tanam scara hydr0p0nik apakah sampai usia panen?? atau ada masa pemindahan tanaman dewasa pada media tanam yang Iain dan apakah untuk mengganti tanaman baru pada media yang sama perIu penanganan khusus ??
    terimakasih sebeIumnya mas,,, saIam __/\__

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam juga mas Huda..
      Kalo mau bertanam hidroponik utk komersial sebaiknya menggunakan greenhouse mas. Dan sekalian menggunakan sistem hidroponik NFT atau DFT atau kalau yg agak sederhana sistem rafting/rakit apung.
      Untuk perlakuan tanaman sebaiknya benih disemai dulu, setelah sekitar 2 minggu siap pindah tanam ke hidroponik kit.
      Sebagai contoh selada. Benih disemai pakai media arang sekam atau pasir agar ketika dicabut utk pindah tanam akarnya gak rusak. Setelah 2 minggu dipindah ke rak hidroponik. 3 minggu berikutnya anda sudah panen. Jika 2 minggu sebelum panen anda sudah menyemai lagi, maka setelah panen langsung bisa menanam lagi. Demikian seterusnya anda akan memanen selada setiap 3 minggu.

      Hapus
  29. salam bt pak Teguh,sy lg mao blajar hidroponik.
    bsa ga y klo kta pakai aquarium bekas ikan hias?thans n slam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbak, caranya pakai sistem rakit apung. Klo mau lebih bagus dibantu pakai aerator utk bikin gelembung udara guna mensuplai oksigen bagi akar tanaman

      Hapus
  30. Thans pak'trus sy mao tnyakan lgi
    nanti ad jentik nyamuk ngak y?klo s'andai nya sy pke aquarium?

    BalasHapus
  31. Thans pak'trus sy mao tnyakan lgi
    nanti ad jentik nyamuk ngak y?klo s'andai nya sy pke aquarium?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jentik nyamuk sudah pasti muncul, utk mengatasi jentik nyamuk taburin aja abate

      Hapus
  32. OK'thans y pak.nanti sy cba du,klo s,andai nya ad yg kurang ngerti.
    nanti sy tanya lgi.

    BalasHapus
  33. pak teguh .untuk pupuk NPK+gandasil D nya brapa takarannya ?soalnya sya ga ada alat timbang,trus disiram ditanaman apa disemprptkan ke daunya.soalnya saya coba semprot ke daun tanaman cabe malah jadi layu dan agak kering.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NPKnya sekitar 1 sendok makan dan gandasilnya sekitar 1/3 sendok makan dicampur 10 ltr air. Larutannya bisa disiramkan ke media tanamnya. Kalau daunnya layu boleh jadi larutannya terlalu pekat.
      Eh iya ..pupuk tersebut hanya alternative lho...kalau hasil ya tetep bagus yg pupuk khusus hidroponik (ABmix)

      Hapus
  34. mau tanya pak.klo untk tanaman cabe apa tdk rebah dngn media yg bpk cnthkan di ats.trima ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejauh pengalaman saya tanamannya enggak roboh kok pak, soalnya setelah akarnya banyak, akar tersebut akan mencengkeram media dan sebagian ke sumbu sehingga media menjadi lebih padat dan kuat menopang tanaman.

      Hapus
  35. klo untuk cabe diameter dan tinggi potnya minimal brp pak?krn tanaman cabe bs tmbh besar.sblmNya trima kasih bnyk atas ilmu yg sngt bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo utk cabe bisa pake pot bunga biasa. Klo mau pake sumbu gunakan pot yg diameternya sama dgn kaleng bekas cat tembok yg 5 kg. Kemudian pot tsn dimasukkan ke kaleng bekas tsb. Pot diisi media dan sumbu sedangkan kaleng bekas cat utk tampungan air nutrisi. Utk estetika baiknya kaleng dicat.

      Kalau utk skala usaha baiknya pake sistem fertigasi/tetes. Utk wadah tanam gunakan polibag ukuran minimal 30x35. Media tanam arang sekam/cocopeat dicampur pasir malang supaya agak padat dan kuat menahan pohon. Utk fertigasi perlu modal awal yg lumayan.

      Utk belajar hidroponik gabung aja di grup FB. Nama grupnya Hidroponiku

      Hapus
  36. mas ... saya juga mau mencoba ah... hidroponik... kanyaknya menarik nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo udah ngrasain hidroponik, rasanya jadi ketagihan nanam segala macam mas. Soalnya sangat praktis dan gak repot seperti tanam konvensional.

      Hapus
    2. Klo udah ngrasain hidroponik, rasanya jadi ketagihan nanam segala macam mas. Soalnya sangat praktis dan gak repot seperti tanam konvensional.

      Hapus
  37. untuk pembuatan arang sekamnya gmna mas teguh. bair gak beli.. di sekitarku ada heleuran padi. sekamnya numpuk banget gak di manfaatin,, kasih tau yach.. salam buat mas teguh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..ini yg saya ga bisa jawab krn blm pernah mencoba bikin sendiri. Coba sampeyan gabung ke grup di FB namanya "hidroponiku". Disitu ada pernah dibahas ttg pembuatan arang sekam. Di situ juga kita bisa belajar ttg hidroponik.

      Hapus
  38. kalau di tanamnya di aqua botol bekas ukuran 600 ml. ngasih takaran npk muriara dan gandasil d . brapa takarannya ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Takarannya dihitung proporsional aja om. Misalnya 15 gr npk + 10 gr gandasil utk 10 ltr aie. Nah kalau kita cuma mau bikin larutan 1 ltr berartikita perlu 1/10 x takaran tadi.

      Hapus
    2. terimakasih mas teguh. mau tanya kalau ppm itu kepanjangan dari apa..?

      Hapus
    3. ppm itu singkatan dari part per million. Dalam dunia hidroponik biasanya dipakai untuk menentukan nilai berapa material (nutrisi) terlarut dalam larutan.

      Hapus
    4. oh.gitu, pak. terimakasih nya atas penjelasannya, saya baru mulai menyukai hidroponik . minggu ini baru nanam cabe sama tomat media alatnya pake botol plastik ukuran 600 mil media tanamnya pake pasir. tanggal 24/08/2013. kira2 brapa hari pak teguh mulai tumbuh tanamannya. ? saya lihat sampai saat ini belum ada pertumbuhan

      Hapus
    5. Utk cabai dan tomat dalam kondisi ideal akan tumbuh setelah 4-7 hari. Krn medianya pasir yg perlu diperhatikan adalah kelembaban medianya krn pasir kurang bagus dlm mengikat ai

      Hapus
    6. oh.. gitu, jadi yang cocok media tanamnya apa, untuk tanaman cabai dan tomat

      Hapus
    7. Pasir dicampur sekbak dan cocopeat mas.

      Hapus
    8. oh.. mas teguh saya masih kurang ngerti juga . kalau cocopeat, sama sekbak apa ?

      Hapus
    9. cocopeat yaitu serbuk kulit kelapa. Serbuk ini sangat kuat menyimpan air. Kalau hanya menggunakan cocopeat, ada beberapa tanaman yg tdk tahan air akan busuk akar.
      Kalau sekbak adalah sekam bakar atau arang sekam. Media ini bagus untuk menjaga gemburnya media, selain itu sekbak juga steril.

      Hapus
  39. Met malam Oom Teguh U. ^^
    Mo nanya nich Oom. Kalau untuk pemakaian nutrisi A & B berapa takarannya per liter air?
    Saya punya tanaman Timun Jepang hidroponik umur 22 hst & udah nongol bakal buahnya,OOm... Apa daun2 yang ada di bawah bakal buah tersebut perlu dipangkas? mohon penjelasannya & trims sebelumnya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Met malem juga mbak Yanti. Untuk takaran abmix utk mentimun dikisaran 1190-1750 ppm. Nah klo bakal buah udah terbentuk usahakan disekitar 1500 ppm dulu. Klo masa pembesaran buah di 1750 ppm. Abmixnya yg jenis sayuran buah, jangan sayuran daun.

      Hapus
    2. Om Teguh, mohon bantuan penjelasannya, Saya masih bingung bagaimana cara membagi takaran nutrisi AB mix agar dapat mencapai ppm yang diinginkan?

      Hapus
    3. Paling mudah dgn tds meter mbak. Tapi klo ga ada tds, dari pengalaman saya menggunakan abmix dari 2 produsen, utk takaran 5:5:1 (5ml A : 5ml B : 1ltr air) jatuh di 800ppm. Nah klo mau bikin 1200ppm berarti pakai takaran 7,5 : 7,5 : 1

      Hapus
    4. Trims, Om Teguh buat pencerahannya ^^
      Berarti takaran A ataupun B harus tetap seimbang ya, Om?

      Hapus
    5. Meskipun ada beberapa teman memakai salah satu unsur dibanyakin tapi sampai sekarang saya masih pakai takaran seimbang

      Hapus
  40. mas saya butuh tutorial teknis bikin sistem hidroponiknya nih, dirumah saya banyak pipa bekas tak terpakai...kalau ada bls ya mas atau langsung kirim ke ilham_fis@yahoo.com. makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berhubung apa yg saya lakukan biasanya muncil dari ide jadi tutorialnya hanya ada di memori otak aja mas. Tapi kalau mau belajar hidroponik gabung aja di facebook dalam grup "hidroponiku". Fisitu lengkap mas, anggota mulai dari pemula sampai master

      Hapus
  41. oh. saya sudah cek tanaman saya . emang kalau di lihat secara biasa gak apa pertumbuhan apa-apa, pas saya lihat dengan penasaran terus saya gali tanamannya ternyata sudah tumbuh. nah pertanyaan nya brapa kedalamnya menanam tamanan dari permukaan media tanamnya

    BalasHapus
  42. mas teguh


    Maaf yach h. saya sudah cek tanaman saya . emang kalau di lihat secara biasa gak apa pertumbuhan apa-apa, pas saya lihat dengan penasaran terus saya gali tanamannya ternyata sudah tumbuh. nah pertanyaan nya brapa kedalamnya menanam tamanan dari permukaan media tanamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya dalam hidroponik nggak ada aturan baku berapa kedalaman tanaman dari permukaan media krn bahkan ada beberapa tanaman yg tidak pakai media tanam. Misalnya kaya kangkung, waktu pindah tanam kadang cuma dicemplungkan ke dalam netpot tanpa media.

      Hapus
  43. apakah bisa tanaman hydroponik di buat untuk menanam kedelai ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya bisa, cuma dalam bertanam hidroponik sebaiknya kita mempertimbangkan nilai jual dari komoditi yg akan kita tanam. Biasanya para petani hidroponik akan mempertimbangkan tanaman apa yg paling cepat panen dan harga jual tinggi.

      Kalau ingin menanam kedelai, tinggal kita menghitung berapa lama dari masa tanam sampai panen dan harga jual dari kedelai tersebut.

      Hapus
  44. salam kenal pak ..apa tanaman hidroponik bisa dikategorikan tanam yg organik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanaman hidroponik bukan tanaman organik karena pupuknya pakai pupuk kimia. Tapi biarpun begitu dari sisi kesehatan juga tidak kalah dengan tanaman organik karena tanaman hidroponik tidak memakai pestisida. Untuk kebersihan masih lebih bersih daripada tanaman organik karena tidak bersentuhan dengan tanah.

      Hapus
    2. Eh iya ..kalau mau tanaman hidroponik tapi organik juga bisa kok mbak, yaitu pakai sistem akuaponik. Yaitu kita memelihara ikan dan tanaman/sayuran dalam satu rangkaian. Dimana kotoran ikan dipakai untuk memupuk tanaman, trus tanaman+media tanam berfungsi untuk menyaring air sehingga air kolam dalam kondisi bersih.

      Hapus
  45. salam kenal pak...bisakah arang sekam diganti dengan serbuk kayu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah mencoba pak. Tapi minggu yg lalau saya dikasih 1 pot seledri dengan media serbuk kayu dan tanamannya subur sekali. Bahkan untuk batang seledrinya bisa sebesar sedotan untuk minum, padahal itu seledri lokal.

      Hapus
  46. mas teguh


    saya mau buat aquaponik gmna caranya . soalnya saya blum pernah buat aquaponik.. minta saran dan ilmunya yach

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Budi, untuk akuaponik saya kurang begitu faham. Saya memang sudah bikin, tetapi untuk lebih pasnya coba tengok di sini aja daripada saya salah dalam menjelaskan :

      http://akuaponik.blogspot.com/2011/04/akuaponik-aquaponic-teori.html

      Hapus
    2. terimakasih mas tegus atas link nya. mas tegus kalau hidroponik menanam tanaman padi bisa gak.? pake media tanam apa kalau menanap padi ?

      Hapus
    3. Dengan hidroponik kita bisa bertanam berbagai macam tanaman termasuk padi. Bahkan kalau di grup fb Hidroponiku diadakan lomba hidroponik padi. Media bisa pakai arang sekam campur cocopeat.

      Bertanam jahe juga bisa. Kemarin ada teman di grup yg tanam jahe hidroponik. Dari 1 polibag dapat 5 kg.

      Hapus
  47. Mas Tegus


    saya amati lagi , tanaman saya sudah 2 minggu ini sudat tumbuh cuman baru berdaun 2 kuncup dan batangnya sudah 5 cm cuman kecil .. media tanamnya pake pasir .tanaman cabe dan tomat apa kah harus di ganti media tanamnya, terus perawatannya gmna

    BalasHapus
  48. pak teguh, maaf saya mau nyoba hidroponik yg pake jerigen, yg saya mau tanya :
    1. apakah tutup jerigen dibiarkan terbuka/ ditutup dgn tutupnya ?
    2. berapa banyak larutan nutrisi yang dimasukkan dalam 1 jerigen ?
    3. apakah larutan nutrisi dalam jerigen sampai membasahi 1/3 dari gelas aqua / hanya sumbunya saja yang menyentuh air larutan nutrisi?
    4. apakah bagian bawah botol aqua diberi lubang selain lubang untuk memasukkan sumbu ?

    mohon penjelasannya pak, trims

    BalasHapus
  49. ak teguh, maaf saya mau nyoba hidroponik yg pake jerigen, yg saya mau tanya :
    1. apakah tutup jerigen dibiarkan terbuka/ ditutup dgn tutupnya ?
    2. berapa banyak larutan nutrisi yang dimasukkan dalam 1 jerigen ?
    3. apakah larutan nutrisi dalam jerigen sampai membasahi 1/3 dari gelas aqua / hanya sumbunya saja yang menyentuh air larutan nutrisi?
    4. apakah bagian bawah botol aqua diberi lubang selain lubang untuk memasukkan sumbu ?

    mohon penjelasannya pak, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Srirahmiwati atas kunjungannya.
      1. Tutup jerigen sebaiknya terbuka, fungsinya selain untuk saluran pembuangan kelebihan air biar gak terlalu penuh, juga berfungsi untuk sirkulasi udara.
      2. Larutan yang dimasukkan cukup sebatas mulut jerigen (sekitar 1/3 jerigen.
      3. Larutan nutrisi sebaiknya hanya membasahi sumbunya saja, karena kalau air juga menggenangi gelas dikhawatirkan akar akan mudah busuk.
      4. iya, karena selain untuk memasukkan sumbu, lubang yg lain juga berfingsi sbg saluran udara bagi media tanam.

      Untuk menghindari tumbuhnya lumut, sebaiknya jerigen/wadah nutrisi dicat dengan warna gelap agar ga tembus cahaya matahari.

      Mohon maaf jawabnya telat karena internet beberapa hari ini sering lemot.

      Hapus
    2. terima kasih penjelasannya pak teguh, saya dan anak2 udah bikin kit nya, nyari sumbu pake kain bedong bekas, rencana yang ditanam ada adalah benih sawi yg direndam sebentar dgn larutan atonik, doakan berhasil ya pak, dan jika nanti saya ada ksulitan mohon sekiranya bapa berkenan membantu membagi ilmunya. terima kasih

      Hapus
  50. Maaf om saya mau bertanya, saya mau buat tanaman hidroponik untuk keperluan karya tulis sekolah, nah tanaman yang paling cepat tmbuh itu apa ya? Dan untuk mendapat bibit tanaman bisa dibeli dimana ya kira2? Terimakasih om.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sekedar untuk keperluan karya tulis atau prakarya sekolah, tanaman kangkung paling cepat tumbuh dan tahan banting. Bbit bisa beli eceran via online atau di toko pertanian terdekat.

      coba beli online di petani rumahan.

      Hapus
  51. om maaf nanya lagi. kalau saya baru menanam benih biji, boleh terkena sinar matahari om? sebaiknya simpan dimana? tq....

    BalasHapus
  52. Untuk pembenihan sebaiknya tanaman ditutup plastik hitam sekitar 2 hari. Setelah tumbuh tunas/kecambah baru mulai dikenakan matahari. Untuk tahap awal sebaiknya disimpan ditempat yg teduh dulu, mis. teras rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf nanya lagi mas.. mumpung hehe.... saya mencoba dengan menggunakan spons.. untuk pembibitan di siramnya sehari berapa kali ya mas? dan menggunakan air saja atau plus mpk dan gandasil?

      Hapus
    2. Penyiraman gak usah setiap hari tetapi cukup disemprot pakai sprayer ketika spons kering. Pakai air biasa saja.

      Hapus
  53. o iya pak, untuk sawi berapa sebaiknya gram dosis NPK mutiara dan gandasil D yang dilarutkan untuk 1 liter air ? atau lebih mudahnya berapa sendok teh ya pak karena gak punya timbangan untuk nimbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mudahnya 1 sendok makan NPK + 1/3 sendok makan gandasil D dicampurkan ke air 1 ember (kapasitas 10 ltr). Gunakan seperlunya, kalau ada sisa air disimpan saja.

      Tapi kalau misalkan mbak Srirahmiwati tinggal di Jawa, lebih enak beli pupuk khusus hidroponik karena ongkos kirimnya murah. Beli bisa via online.

      Hapus
  54. Mas Teguh



    terimasih banyak, saya sudah praktekkan hidroponik di rumah.. sekarang sudah tumbuh. cuman untuk mengatur ppm dan ph nya gmna ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas Budi, baru bisa balas. Sampeyan pupuknya pakai apa ya? ABmix atau NPK? Kalau pakai pakai ABmixukuran ppm ada standardnya, tapi kalau pakai NPK saya tidak tau. Untuk ph bisa diukur dengan kertas lakmus atau ph meter.

      Hapus
    2. pake pupuk NPK, mas teguh,,kerta lakmus apa ?

      Hapus
    3. Klo pake npk salah satu patokannya luhat kondidi daunnya aja. Klo daun warnanya kekuningan berarti kekurangan pupuk, tapi kalau pinggiran daun kering spt terbakar berarti kelebihan pupuk.

      Kertas lakmus yaotu kertas utk mengukur ph/keasaman air. Caranya cuma dicelupkan ke air. Kertas tsb nanti akan berubah warna sesuai dgn warna yg ada ditabel keasaman air

      Hapus
  55. oh....kyaka nya pinggir daunnya kering,, apa harus di tambah air biasa, kertas lakmus di celupkan ke air nutrisi mas teguh pa bukan. yach nanti nyari kertas lakmusny kan ku coba ...terimakasih banyak mas tegus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pinggir daunnya kering kemungkinan besar kebanyakan nutrisi. Tambahkan air bersih saja secukupnya.

      Hapus
  56. Ass,
    apakah menanam secara vertical bisa dilakukan dengan cara hidroponik
    faisal
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam..
      Secara teknis bisa, dan beberapa teman pecinta hidroponik sdh mempraktekkan. Tapi saya belum mempraktekkan krn sisten ini memerlukan pompa air dan tenaga listrik.

      Hapus
    2. Alhdllah,
      mas atau om ini manggilnya
      kebtulan saya di balikpapan
      hehe
      om aja ya, om teguh adakah web yg bisa di jadikan referensi tuk teknik penanaman vertikan secara hidroponik ini, dan
      pak bisa tlong resep tuk membuat nutrisi hidroponik secara organik
      terima kasih

      Hapus
    3. Kalau web yg bisa dijadikan referensi teknik vertical hydroponic saya tidak tau persis. Tapi coba saja cari di google dgn tag "vertical garden" insya Allah banyak contoh2 bertanam vertikal termasuk hidroponik. Trus nanti tinggal bagaimana imajinasi kita untuk menerapkannya.
      Kalau sampeyan masuk ke grup "hidroponiku" via FB, di situ ada om Rusmin Azmy dari tenggarong yg sudah mempraktekkan tanam seledri dengan hidroponik tegak. Bahkan hasilnya udah dijual. Ada juga om Marwin Sinaga dari Batam yg mempraktekkan tanam sayuran dengan hidroponik tegak.

      Kalau pupuk untuk hidroponik umumnya unorganik. Sya sudah mencoba dengan pupuk cair organik bikinan sendiri hasilnya kurang bagus. Tapi coba sampeyan buka www.dedemartino.blogspot.com pak Dede ini sudah membuat pupuk hidroponik organik. Tapi kayaknya resepnya tdk untuk dishare karena beliau menjual pupuk tsb.

      Hapus
    4. Terima kasih atas semua jawabanya om..
      di salah satu comment saya baca tentang obat tuk menanggulangi hama pada tanaman cabe yg menyebabkan daun cabe mengeriting!, dengan campuran bawang putih dan tembakau, boleh saya tau berapa frekuensi penyemprotan obatnya, apakah seperti obat 3x sehari atau cuma 1x sehari atau ada aturan pakainya, terima kasih

      Hapus
    5. Sekalian ya om,
      bagaimana mengolah pupuk organik yg menggunakan kotoran hewan ternak seperti ayam n kambing,,hehe kebetulan pernah nyoba, langsung ditumpahkan di sekitar tanaman, bukannya subur malah kering tampak seperti terbakar??
      pernah baca katanya harus difermentasikan dulu,,
      dan yg terakhir sya pya kolam pembesaran ikan, bisakah dijadikan sistem aquaponik adakah batas minimal ukuran kolam atau jenis ikan yang spesifik sebagai syarat tuk sistem aquaponik
      terima kasih om

      Hapus
    6. Untuk kotoran hewan (kambing,ayam,sapi dll) tidak boleh langsung diaplikasikan ke tanaman. Hasilnya tanaman akan mati seperti terbakar. Sebelum diaplikasikan ke tanaman kotoran harus difermentasi dulu. Fermentasi bisa terjadi cukup kotoran dibiarkan ditempat yg teduh dan tertutup. Tetapi ini memerlukan waktu lama.
      Kalau mau cepat bisa buka saja di sini http://caramenanamcabepart.blogspot.com/2013/05/cara-mudah-membuat-pupuk-kandang.html
      Untuk fermentor bisa pakai Super Degra, EM4 atau MOL buatan sendiri. Kalau saya biasa pakai MOL karena buatnya gak banyak.

      Kalau sampeyan ada kolam untuk pembesaran ikan, sampeyan bisa bikin akuaponik. Untuk saat ini saya belum bikin akuaponik, jadi tidak bisa bicara banyak tentang akuaponik. Tapi sampeyan bisa buka di link ini http://akuaponik.blogspot.com/2011/04/akuaponik-aquaponic-teori.html

      Semoga bermanfaat

      Hapus
    7. Eh iya..ada yg terlewat...
      untuk campuran bawang putih dan tembakau biasanya saya gunakan untuk membasmi hama yg pada tanaman cabai saya. Hama yg bisa dibasmi yaitu aphid, thrips dan kutu kebul. Hama ini biasa nempel dibagian bawah daun. Hama ini biasa menjadi inang bagi virus (Gemini misalnya) yg bisa menyerang tanaman dan daun menjadi kuning dan keriting.
      Aplikasinya seminggu sekali sampai hama hilang. Tpi harus hati2 dalam dosis pemakaiannya. Kalau over dosis dan akan rontok.

      Hapus
    8. makasih banyak om atas infonya..

      Hapus
  57. Baru kemarin coba hidroponik, pakchoy ku langsung sekarat layu pada H+1, rupanya terlalu pekat.untung saja ketemu mas teguh, yang gak pernah bosen2, dan sangat bertanggungjawab kasih ilmu gratis..terimakasih mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2...syukurlah kalau blog ini bermanfaat bagi orang lain

      Hapus
  58. mas teguh

    saya mau buat MOL tapi gak tau apa itu EM4 , semacam apa sih mas teguh EM4 itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. EM4 yaitu Effective Microorganisme. Wujudnya cairan berwarna coklat dikemas dalam botol warna kuning. Biasanya dijual di toko pertanian. Kalau tidak ada EM4 ganti aja pakai tape pak.

      Hapus
    2. oh.. Brapa ukurannya EM4 ? kalau pake tape. brapa ukurannya kalau buat MOL sebotol aqua 600 ml ,

      Hapus
    3. tape sebungkus bisa untuk bikin MOL 1,5 ltr mas. Kalau pakai EM4 10-15ml untuk bikin MOL 1,5 ltr

      Hapus
    4. Makasih banyak, ilmunya pak teguh, tanaman hidroponik perlu sinar matahari berapa %???

      Hapus
    5. Kebutuhan sinar matahari bagi tanaman hidroponik sama aja dengan sistem tanam konvensional pak. Justru yang perlu dijaga adalah jangan sampai kehujanan karena air hujan yg masuk ke wadah nutrisi bisa mempengaruhi kepekatan larutan nutrisinya.

      Hapus
  59. mas teguh waktu dulu pakai MOL itu aplikasinya disiram atau sistem wick?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai sumbu mas, selain tanaman ga optimal, airnya juga bau. Saya tdk tau, mungkin ketidak optimalan itu apakah faktor hara yg terkandung dalam MOL atau karena faktor PH air karena waktu itu saya belum punya alat utk mengukur PH

      Hapus
  60. Pak Teguh, saya pengen coba hidroponik nih... pengennya sih mau tanam cabe. pertama kan harus d semai dulu, itu setelah d semai dgn media rockwool mindahinnya gimana k botol tempat medianya? mindahinnya sama rockwoolnya juga kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rockwool langsung dipindahin aja. Tapi klo bisa jgn pake botol krn terlalu kecil dan nanti klo tanaman besar botolnya mudah roboh

      Hapus
  61. saya berminaaaaaaat sekali paaaaaaak :D

    terimakasih yaaa infonyaa :D
    sangat bermanfaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims udah mampir..syukurlah klo bisa membawa manfaat

      Hapus
  62. assalamu'alaikum...pa teguh sy mao tanya,tp mengenai tanaman vertikultural.sy tanam kangkung di pralon dngn sistem vertikultural.awalnya tumbuh subur tp lama;klamaan daunya menguning lalu mati.apakah penyebabnya tuh pa.? sy pake media tanam kompos.terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam pak
      Kangkung merupakan tanaman yg tahan banting, klo daunnya menguning mungkin medianya terlalu asam shg tanaman tdk bisa menyerap unsur hara atau memang terserang penyakit busuk akar pak.

      Hapus
  63. Assalamualaikum

    Mas Teguh

    tanamannya saya sudah mulain berbunga, tapi bunganya langsung jatuh,tidak jdi buah. apa penyebabnya. jenis tanamannya timun suri. ,system sumbu, media pecahan bata merah. nutrisi pake npk dan gandasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum salam
      Yg rontok itu bunga jantan atau bunga betinanya mas?
      Coba saja gandasilnya diganti yg b/warna merah.

      Hapus
  64. wah kalua bunga jantan dan bunga betinanya kurang tau karena baru ini saya mengamati tanaman. pokok nya semuanya bunga yang ada dalam satu ketiak itu gugur satu persatu akkhirnya semuanya,oh gandasil yang b. buat bunga bukan mas teguh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bunga jantan yg bentuknya biasa. Bunga betina ditangkainya agak gembung. Klo yg rontok bunga jantan itu krn bunganya sudah melewati masa masak utk pembuahan. Klo bunga betina yg gugur bisa krn tidak terserbuki atau tanaman kurang nutrisi sehingga secara alami merontokkan bunganya.

      Hapus
    2. Eh iya..gandasil b untuk bunga dan buah

      Hapus
  65. maaf mas teguh
    untuk menangani kutu putih pada tanaman tomat gmna ? kayaknya tanaman tomatnya terserang kutu putih , dulu hanya 1-2 pohon, sekarang tambah banyak lagi.. kutu putihnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Utk menangani kutu2an (kutu kebul, aphid, thrips) bisa menggunakan bawang putih dan tembakau.
      Caranya : tumbuk 3-5 siung bawang putih, masukkan ke btl air mineral 600ml. Tambahkan sejumput tembakau/4batang rokok tanpa filter, isi botol dgn air, tutup rapat dan biarkan semalam.
      Cara penggunaan:
      Ambil 1-2 tutup botol air bawang+tembakau, campur dgn 1 ltr air, tambahkan sunlight/mama lemon 1 sdk. Semprotkan ke daun yg terserang hama.
      Hati2 jgn sampai over dosis krn daun akan menguning dan rontok.

      Hapus
  66. pak teguh, sawi yang kami tanam tidak mau membesar, sdh 1 bulan masih berdaun 2 bahkan banyak yg mati, lama2 malah arang sekamnya yang ditumbuhi jamur. penempatan sudah di tempat yang naung karena suhu(cuaca) memang panas sekali (saya tinggal di kalsel). apa yang keliru ya pak, mohon share nya.mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Srirahmiwati, kemungkinan krn suhu yg terlalu panas, klo siang tanaman layu. Dan sorenya segar lagi. Klo hal ini terus menerus terjadi biasanya akar yg akan mati/busuk. Akhirnya tanaman tdk mendapat asupan hara. Akibatnya tanaman kerdil atau mati

      Hapus
    2. Coba aja tanaman dikasih pelindung paranet utk mengurangi intensitas cahaya yg terlalu tinggi.

      Hapus
  67. pak teguh..Api-api RT berapa Ya (salam kenal muhtasim )

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mampirkah klo pas lewat

      Hapus
    2. Boleh om...masuknya lewat samping kantor golkar terus belok ke kanan lurus terus sampai ada rumah warna abu2 berpagar hitam.

      Hapus
  68. Pagi, om Teguh ^^
    mo nanya lagi nich, mudah2an om gak bosen ditanyain mulu hehehe :-)
    Om Teguh, apa penyebab bunga tomat hidroponik rontok dan bagaimana cara mengatasinya, Om? Saya menanam dua jenis tomat big lowland dan garden pearl dengan perlakuan nutrisi yg sama... yg tomato big lowland semua bunganya jadi buah tapi yg garden pearl bunganya banyak yg rontok, om :(
    trims atas pencerahannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh mbak...klo yang ini saya nggak tau. Saya blm pernah tanam tomat yg dari luar negeri.

      Hapus
  69. Pak, maaf mau bertanya. Saya mau membuat percobaan hidroponik sederhana untuk praktikum biologi sekolah. Lebih baik menggunakan sawi atau cabai sebagai tanaman percobaannya?
    Saya juga ingin mencoba untuk menggunakan kadar nutrisi yang berbeda setiap pot. apakah dapat terlihat perbedannya? kadarnya sebaiknya berapa?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau membuat percobaan, saran saya pakai sawi aja karena umur sawi cuma 45 hari sehingga dari benih sampai panen mudah pengamatannya.

      Kalau mau menggunakan kadar nutrisi yang berbeda demi percobaan, coba aja beberapa pot dengan kadar nutrisi misalkan pot A = 500 ppm, B = 800 ppm, C = 1100 ppm, D = 1300 ppm dan E = 1500 ppm.

      Biasanya untuk sawi pertumbuhan optimalnya di ppm 1100.
      Untuk percobaan ini tentunya diperlukan tdsmeter untuk mengukur ppm masing2 pot.

      Hapus
    2. terimakasih pak atas infonya :)
      kalau untuk perawatannya, apakah nutrisi harus ditambah lagi atau tidak perlu? hanya air saja yang harus ditambah jika berkurang?

      Hapus
    3. Nutrisi tetap ditambahkan bersamaan dengan waktu penambahan air jika air berkurang

      Hapus
  70. Assalamualaikum
    Mas Teguh

    mau tanya ,tanaman timunsuri saya ,, daunnya kering seperti tebakar, dulunya cuman satu daun, terus lama kelamaan menyebar hampir kering semuanya jadi mati, dah tanaamannya . itu terjadi ketika berbunga dan sedang berbuah, yang jadi pertanyaan kok bisa apa penyebabnya,

    metan, pecahan bata
    nutrisi npk + gandasil b
    system sumbu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa 'alaikum salam
      Untuk daun yg pinggirnya gosong seperti terbakar biasanya merupakan tanda tanda kelebihan nutrisi pak. Saran saya tambahkan air pada biasa pada larutan nutrisi.

      Hapus
  71. Assalamualaikum
    Saya samsul
    Mau tanya pak untuk lebih optimalnya berapa ppm untuk tanaman tomat saat usia setelah pindah tanam usia pertumbuhan sampai pada saat usia berbuah
    mohon penjelasannya

    BalasHapus