Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Jumat, 25 Mei 2012

Vertikultur Solusi Bertanam di Lahan Sempit

Mungkin anda pernah dengar istilah ini, tapi mungkin juga masih banyak orang yang belum pernah mendengar istilah ini. Dan di postingan sebelumnya beberapa kali saya singgung mengenai vertikultur ini. Maka pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan tentang vertikultur ini.
Vertikultur adalah cara menanam tanaman dengan system tegak/vertical. Cara menanamnya bisa menggunakan rak bertingkat/bersusun, system menggantung  ataupun  dengan menggunakan pot tegak.  
Keuntungan.
Dengan vertikultur kita bisa bercocok tanam di lahan sempit tetapi dalam jumlah yang banyak. Maka bagi anda yang punya hobi berkebun tapi tak punya lahan, atau kalaupun ada sempit, vertikultur mungkin bisa merupakan jalan keluar. Jadi, tentunya ini cocok buat yang tinggal di kota-kota besar dan kekurangan lahan untuk berkebun atau sekadar ruang hijau.
Dengan vertikultur kita tidak perlu atau jarang menyiangi rumput pengganggu dan penggunaan pupuk lebih fokus ke tanaman yang kita tanam.
Keuntungan lainnya adalah selain hobi bisa tersalur, halaman akan lebih lebih hijau dan asri. Dan apabila kita menanam sayuran, hasil lebih bersih dan segar serta terhindar dari pencemaran yang tentunya lebih sehat jika dibandingkan dengan cara bertanam konvensional. Bahkan dari hasil bertanam ini kita bisa menghemat pengeluaran biaya belanja dapur.
Bahan wadah.
Adapun untuk bahannya bisa bermacam – macam sesuai dengan ketersediaan bahan di sekitar kita dan bagaimana kreativitas kita. Untuk vertikultur dengan menggunakan rak bersusun, misalnya kita bisa menggunakan pot biasa ataupun plastik polibeg. Pot bisa dari semen, gerabah, pot plastik. Bisa juga kita menggunakan pipa paralon yang dibelah atau dilubangi sisi – sisinya. Atau kalau mau lebih praktis kita bisa menggunakan talang air plastik. Caranya cukup mudah, setelah wadah kita isi media dan kita tanami langsung kita susun dalam rak sesuai dengan keinginan kita.

Contoh bertanam dengan rak
Untuk vertikultur dengan menggunakan system gantung kita bisa menggunakan pot, kaleng plastik bekas cat, botol bekas kemasan air minum atau bahan lain sesuai ketersediaan bahan di sekitar kita. Untuk system ini disarankan bahan yang ringan karena mempertimbangkan beban yang akan ditahan oleh tali gantungan. Untuk yang ini saya belum ada contoh gambarnya.
Untuk vertikultur menggunakan pot tegak kita bisa menggunakan bambu, pipa paralon ataupun kaleng plastik bekas cat yang disusun ke atas. Untuk cara ini memang kita agak repot di awal karena kita mesti melubangi sisi – sisi bahan terlebih dahulu. Kita atur jarak lubang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Kita bisa melubangi bahan dengan bor atau gergaji. Setelah bahan siap, berdirikan bahan di tempat yang kita inginkan, kemudian isi dengan media tanam. Khusus bahan dari kaleng bekas cat, kita harus menyusun ke atas sampai ketinggian yang kita inginkan. Untuk memperkuat tegaknya kaleng kita harus siapkan kayu di kanan kiri kaleng kemudian kita ikat kuat. Selanjutnya bibit tanaman kita tanam di lubang yang ada di sekeliling bahan.  Untuk system ini akan saya saya bahas di postingan tersendiri karena caranya agak ribet tetapi saya sangat menyukai dan sudah saya praktekkan di rumah saya.
 Contoh pot tegak dari pipa paralon / PVC

Media tanam.
Untuk media tanam disarankan yang kaya unsur hara karena dalam system ini wadah tanam relative terbatas sedangkan jumlah tanaman banyak, sedangkan tanaman memerlukan nutrisi secara berkesinambungan. Untuk media saya biasa menggunakan campuran berupa tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 5 : 3 : 2. Orang lain mungkin menggunakan media atau takaran yang berbeda. Intinya usahakan media tanam subur dan poreus.

 Jenis tanaman.
Sebenarnya dengan vertikultur ini anda bisa menanam berbagai jenis tanaman misalnya cabai, terong, mentimun, bawang merah, tomat, kemangi, sawi, bayam , kangkung dan berbagai jenis sayuran lainnya yang penting tanaman jenis kecil dengan perakaran pendek.  
Tetapi sesuai dengan pengalaman saya lebih senang menanam sayuran semusim misalkan kangkung, sawi, bayam, seledri, selada dan sayuran lain yang karakteristiknya hampir sama. Terus terang saya paling suka menanam bayam dan seledri karena selain tanamannya enak dilihat juga mudah untuk memanennya karena akarnya tidak begitu banyak dan kuat.

34 komentar:

  1. saya juga menanan beberapa sayuran dan tanaman dengan cara seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap mas...yang penting bagaimana kita bisa tetap kontinyu dalam bertanam, karena banyak orang yang menanam model begini tapi cepat bosan.

      Hapus
  2. pak, saya mau tanya..apakah nanti media tanamnya juga perlu diganti setiap beberapa bulan sekali gthu pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya nggak perlu diganti, cuma ditambahkan pupuk kandang/kompos lagi untuk cadangan nutrisi yg dibutuhkan tanaman yang akan ditanam berikutnya.

      Hapus
    2. Maaf permisi pak teguh, numpang tanya menambahkan pertanyaan diatas, cara menambahkan pupuk kandang/komposnya bagaimana? Terimakasih, Tulisannya sungguh sangat bermanfaat.

      Hapus
    3. Maaf, maksud saya adalah penambahan kompos dilakukan ketika kita akan menanam baru lagi. Yaitu media tidak usah diganti tapi cukup ditambah kompos dan bisa dipakai lagi. Adapun caranya media dikeluarkan dulu dan dicampur dengan kompos/pukan lagi.

      Hapus
  3. saya masih binggung pak, gimana mindahin dari persemaian ke peralon ya saya inin menanam selada. thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prosesnya sama saja dgn mindahin tanaman ke pot. Tiap lubang tanam diisi 2-3 bibit.

      Hapus
  4. sambil begadang nemu blog manfaat, jadi mau nanya nih, itu paralonya bisa doer permanen gt diapain pak? terus kalo habis panen media tanamnya/tanah dalam paralonnya di ganti tidak ya? ditunggu pencerahannya ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk bisa berdiri seperti itu, paralon ditancapkan dalam dudukan semen. Selain bisa mudah dipindah2 juga mudah untuk bongkar pasang media tanam pak. Untuk lebih jelas bisa dibaca di artikel "membuat pot vertikultur dengan pipa paralon".

      Untuk media tanam biasanya setelah 2x panen pak. Media tanam setelah dibongkar saya campur lagi dengan pupuk kandang dan sekam kemudian saya pakai lagi. Maklum di tempat saya harga tanah untuk media tanam cukup lumayan mahal. Sekitar 7000 rupiah per karung.

      Hapus
  5. maaf pak mau tanya untuk vertikultur apa harus menggunakan Paranet untuk pelindungnya ... mohon penjelasanya...trimkasih sebelumnya info dari bapak sangat berguna bagi saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung kondisinya pak Dadang. Jika didaerah bapak panasnya terlalu menyengat berarti perlu paranet. Tetapi jika tdk terlalu menyengat berarti gak pakai paranet juga gak apa2.

      Hapus
  6. Blog yg sangat bermanfaat,, salut buat Pak Teguh yang bisa menanam banyak sayuran di lahan yang sempit. Kalau di tempat saya di pedesaan di pekarangan dan sekeliling rumah masih cukup tersedia lahan yang cukup luas. Tapi sayang tidak dimanfaatkan, kata teman saya berkebun itu mengasyikan dan bisa bikin hati jadi tentram.. heeehee.. Saya sungguh tertarik ingin belajar berkebun. Menurut Pak Teguh apa yang sebaiknya saya tanam dan bagaimana mengelola / merawat agar kebun tersebut bagus dan mendapatkan hasil yang baik. Mohon pencerahannya, Terima Kasih Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak Syaifulsudah mampir ke blog sederhana saya ini.
      Berkebun memang mengasyikkan pak, sepulang kerja saat sedang capek, ketika lihat tanaman hijau subur rasanya hati langsung dingin dan capek hilang.

      Kalau pak Syaiful mulai bertanam, yang perlu dipikirkan adalah tujuan komersial atau hobi. Seandainya tujuannya adalah hobi dan akan dikonsumsi sendiri, ada baiknya pak Syaiful tanam sayuran yg jarang ada di pasar atau tanam sayuran yg harganya mahal. Karena kalau tanaman yg kita tanam banyak tersedia di pasar apalagi harganya murah, tanaman yg kita tanam tsb tidak ada nilai plusnya. Kita bisa menanam misalnya, pakcoy, bayam merah, selada (banyak jenisnya), seledri, bawang daun dll. Eh..iya..cabai juga sangat perlu karena selain mahal, rata2 orang Indonesia tdk bisa lepas dari cabai.

      Kalau pingin kebun kelihatan bagus, tentunya bagaimana cara kita mengatur tata letak tanaman. Dan untuk tanaman supaya bagus yang diperlukan adalah tersedia unsur hara/pupuk, sinar matahari dan kebutuhan air tercukupi. Selain itu tanaman juga bebas dari hama dan penyakit. Yang ini diperlukan sanitasi yang baik.

      Untuk pupuk kita bisa gunakan pupuk organik atau unorganik. Untuk pestisida sebaiknya pakai pestisida nabati (bisa dibuat sendiri).

      Hapus
  7. Assalamu 'alaikum..
    Saya pengen belajar langsung ke Bapaknya boleh??
    Kalau boleh saya minta No. Hpnya pak.. makasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa 'alaikum salam pak...
      Boleh saja ini nmr sy 0811587665

      Hapus
  8. pak teguh saya sudah mencoba untuk membuat dari PVC yang saya bingungkan sistem pengairanya , sementara ini didalam pipa PVC saya kasih selang 1/2" saya lubangi tapi tetap tidak bisa merata airnya , mohon petunjuknya...swn.wslm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kita pakai pipa kecil ditengah pot PVC, kalau lubangnya terlalu besar, air hanya akan membasahi media tanam bagian bawah saja.

      Kalau saya biasanya cuma pakai botol plastik bekas aqua 1.5 ltr dan posisinya saya balik (kepala dibawah). Sekitar leher botol saya lubangi kecil2 dan pantat botol saya potong, fungsinya untuk menuangkan air. Setelah itu kepala botol saya benamkan ke media tanam. Ketika diisi air, air akan merembes melalui lubang2 kecil disekitar leher botol. Untuk satu gayung air (1.5 ltr) sudah bisa membasahi secara merata seluruh media tanam.

      Yang perlu diingat adalah media tanam harus poreus (tidak padat) dan sudah dibasahi sebelumnya. Ketika kondisi media sudah basah/lembab, air yg kita siramkan berikutnya akan terserap dengan optimal. Fungsi membasahi/menyiram media sebelum ditanami selain mempermudah penyerapan air juga akan menstabilkan media tanam karena biasanya media tanam jika tidak dibasahi langsung ditanami, ketika disiram akan melorot. Akibatnya tanaman juga akan ikut melorot dan tersedot ke dalam pot pipa PVC tersebut.

      Hapus
  9. Apa fungsi pipa paralon kecil di bagian dalamnya pak teguh?

    apakah perlu dipasang atau tidak?

    makasih sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fungsi pipa paralon kecil yg di dalam pot paralon adalah untuk mengalirkan air agar pengairan bisa merata. Ini diperlukan kalau pot paralon ukurannta panjang (1.5 - 2m). Tapi kalau pipa tidak terlalu panjang, penyiraman bisa langsung diguyurkan dari atas juga bisa.
      Saya biasanya cuma pakai botol plastik bekas aqua 1.5 ltr, terus bagian leher saya lubangi. Bagian bawah botol dipotong fungsinya untuk menuangkan air. Pasang botol dibagian atas pot dengan posisi terbalik (kepala botol diposisikan dibawah) dan sebagian ditanam ke media tanam.

      Hapus
  10. Tulisan yang sangat bermanfaat sekali!
    Terima kasih pak Teguh sudah mau berbagi informasi.
    Saya berencana mau mencobanya.

    Rencana untuk media tanamnya saya akan menggunakan cocopeat & kompos dengan komposisi 50:50.
    Apakah ada saran untuk media tanam ini pak?

    Terima kasih.

    BalasHapus
  11. Tapi tetep perlu dicampurin tanah pak barang sedikit. Karena utk memenuhi kebutuhan mineralnya.

    BalasHapus
  12. pak teguh, saya mau tanya... kalo pake pipa paralon itu bawahnya kan disemen, kalo disiram air apa ga menggenang pak?? jadi bawahnya itu "buntet" apa ada lobangnnya???
    oya pak saya simpan nomor hp nya boleh? nanti kalo saya ada pertanyaan biar gampang hubungi. saya mau belajar juga... makasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian bawahnya dilubangi utk mengalirkan kelebihan air saat disiram.
      Silahkan simpan aja nmr saya. Klo ada pertanyaan bisa hubungi saya.

      Hapus
  13. makasih pak udah dibalas,, kapan2 kalo ada pertanyaan insyaallah saya hubungi ya pak,,

    BalasHapus
  14. Assalamu'alaikum.. Pak teguh, saya sedang mencoba vertikultur cabe rawit dlm paralon 5 inch dgn panjang 135cm, apakah perlu menggunakan pipa kecil utk mengairi tanahnya? lalu, sudah 2 minggu ini saya coba semai benih cabe rawit menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi, tp tdk ada yg berhasil tumbuh. menurut bapak apa penyebabnya? mohon sarannya pak, percobaan ini merupakan bahan skripsi saya. terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa 'alaikum salam wr wb

      Maaf telat balas mbak, maklum habis dinas seminggu dan ga buka blog. Untuk pipa 135 cm sebenarnya tanpa dikasih pipa kecil di dalamnya juga tdk apa2 mbak.
      Untuk penyemaian sebaiknya benih direndam dulu dengan air hangat + gerusan bawang merah minimal 3 jam. Untuk cabai rawit biasa, kalau sudah 2 minggu belum tumbuh biasanya sudah berjamur dan pembenihan gagal. Hal ini bisa terjadi benih berjamur karena media terlalu basah. Atau bisa juga benih tdk tumbuh krn media terlalu kering.

      Hapus
  15. artikel yang inovatif..sukses terus

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Salam kenal mas Teguh...blog-nya sangat bermanfaat dan informatif bagi sy yg sedang belajar hidroponik. Boleh minta file hidroponiknya mas. Trm ksh.~dureawan@gmail.com

    BalasHapus