Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via sms yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon, via komentar atau email.



Senin, 25 Juni 2012

Pengairan sistem tetes dengan memanfaatkan jerigen bekas


Jerigen berisi air yang ditaruh di sekeliling bibit pohon durianku

Di daerah saya curah hujan terhitung tinggi. Saat musim penghujan, hujan bisa turun setiap hari. Tetapi ketika musim kemarau panas sangat menyengat dan tanah kering kerontang. Bagi para petani/pekebun yang lahannya dekat sumber air mungkin tidak begitu masalah. Tapi sebaliknya jika lahan cukup jauh dengan sumber air, hal ini menjadi masalah yang serius.
Saya meskipun bukan petani/pekebun tetapi punya hobi berkebun. Selain berkebun di pekarangan, saya kebetulan punya lahan sekitar 1 ha yang jaraknya cukup jauh dari rumah (sekitar 17km) dan posisinya dipuncak bukit sehingga jauh dari sumber air. Ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, saya kesulitan untuk mendapatkan air untuk penyiraman tanaman saya. Sebetulnya di lahan saya ada mata air, tetapi letaknya jauh di bawah sehingga untuk mengambil air saya mesti naik turun bukit. Dan sebagai karyawan saya tidak bisa setiap hari melakukan penyiraman karena saya ke kebun cuma di hari Sabtu atau Minggu.
Akhirnya untuk mengatasi masalah air ini, saya mencoba dengan pengairan sistem tetes, saya berfikir sebenarnya tanaman tidak perlu air yang menggenang akan tetapi cukup tanah yang lembab. Selain bisa menghemat air juga bisa menghemat tenaga dalam penyiraman.
Untuk awalnya saya mencoba dengan botol air mineral dan saya coba di rumah. Botol yang saya pakai adalah botol unuran 600 ml. Caranya bagian bawah botol saya lubangi dengan jarum, kemudian saya isi air. Kemudian botol saya letakkan disamping tanaman dan bagian bawahnya saya tanam ke dalam tanah. Sehingga air hanya merembes ke dalam tanah. Dengan cara ini, air 600 ml habis dalam waktu 6 jam. Dengan demikian apabila saya menggunakan jerigen bekas minyak goreng ukuran 5 ltr, air akan habis dalam 2.7 hari.

Dengan pertimbangan tersebut, saya beli jerigen bekas ke pemulung. Kemudian saya praktekkan hasil uji coba saya. Saya lubangi bagian bawah jerigen, kemudian jerigen saya taruh di samping pohon dengan saya tanam bagian bawah jerigen sehingga air hanya merembes di sekeliling pohon. Saya belum tahu hasilnya nanti akan seperti apa, tetapi saya berharap minggu depan ketika saya ke kebun tanaman saya tetap dalam kondisi segar. Semoga…






18 komentar:

  1. gimana hasilnya?

    BalasHapus
  2. minggu (1/7/2012) ketika saya tengok lagi kebun saya ternyata ada beberapa jerigen yang airnya masih ada separo bahkan 3/4 jerigen. Setelah saya perhatikan ternyata lubangnya ada yang kurang besar dan ada juga yang tertutup tanah liat. Kemudian lubang saya besarin dengan paku. Dan kemarin (selasa/17/07/2012)ketika saya tengok lagi, sebagian besar pohon durian saya segar2 dan pertumbuhannya cukup bagus. Sayang kemarin saya lupa ambil foto tanamannya.
    BTW, thank's sudah mampir ke blog saya.

    BalasHapus
  3. ummi khadijah ulya25 Maret 2013 21.23

    aku kebetulan mahasiswi teknik pertanian yang gagal panen mendapat ijazah. aku nggak menyelesaikan kuliah sampe pada penelitian. waktu itu aku penelitian tentang irigasi tetes pada tanaman melon. untuk alat penetes nya aku nggak pake aalat tetes yang mahal, melainkan pake alat tetes bekas dari selang jarum infus tapi nggak ku pake jarum nya yang bekas nyuntik ke nadi orang sakit, melainkan pake yang menghubungkan jarum itu ke selang. waktu itu aku sangat antusias sekali dengan penelitian ku. ya namanya rencana tapi Allah juga yang menentukan. akhirnya tsunami dan aku gak ada biaya lagi untuk melanjutkan penelitianku itu. pada hal waktu itu aku capek sekali kesana kemari untuk mendapatkan selang imfus bekas ke rumah sakit2. tolong dong mas teguh lajutkan penelitian ku itu tentang irigasi tetes pake selang infus dan media tanam arang sekam. jazakallah khair

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah mencoba irigasi tetes juga bu, tetapi nggak pakai selang infus. Untuk irigasi tetes ini saya pakai kabel blasting (kabel semacam selang kecil untuk peledakan). Ember untuk tandon air saya letakkan ditempat yg lebih tinggi. Dengan gaya grafitasi, air bisa menetes sedikit demi sedikit seperti halnya infus. Cuma waktu itu saya menggunakan media tanam tanah + pukan + sekam. Hasilnya cabai rawit saya subur sekali dan berbuah lebat. Media tanam selalu terjaga kelembabannya.

      Nah sekarang ini saya baru membuat greenhouse. Insya Allah nanti saya akan mecoba irigasi tetes lagi dengan media arang sekam dan cocopeat untuk tanaman cabai rawit. Dan nantinya hasilnya juga akan saya tuangkan dalam blog ini. Bantu doanya ya bu..

      Hapus
  4. ummi khdijah ulya27 Maret 2013 00.43

    mbuat green house itu kira2 habis biaya berapa ya pak teguh????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin waktu buat habis sekitar 6 jt bu

      Hapus
  5. ummi khadijah ulya27 Maret 2013 00.54

    assalamualaykum, pak teguh, aku tinggal di daerah kabupaten di aceh, boleh gak aku minta benih paprika buat ku tanam di rumahku pak, syukran

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa 'alaikumussalaam, saya nggak punya benih paprika bu. Saya sekarang ini adanya cuma benih cabai super pedas Bhut Jolokia sama jenis Habanero. Kalau ibu mau kirim alamat saja via email saya bu (teguh_u@yahoo.co.id)

      Hapus
  6. ummi khadijah ulya27 Maret 2013 22.14

    Assalamualaykum. hehehe. Maaf sebelum nya pak teguh. Bukannya saya gak mau di kirimin benih cabai super pedas. Tapi saya sayang sekali sama suami saya yang gak suka pedeas, ntar kalo saya tanam cabai itu, sopo sing arep mangan ne pak heru. Kalo paprika, suami saya suka :) Kalo benih timun jepang ada pak? Apa nama timun itu pak teguh, jacuzi atau apa itu hahaha. Suami saya bagus makan itu tu, darah tinggi, hehehe. tolong ya pak. Syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga nggak punya benih timun jepang bu, sudah coba cari2 di toko pertanian belum dapat.

      Hapus
  7. Caranya sudah bagus... saran saya pakai

    PENGAIRAN KONDENSASI " Pengairan penguapan sumber air bisa kaleng 5 l atau 10l kemudian ditutup media plastik diatasnya telungkup media air jarak 10cm. air akan menguap ke penutup dan menetes mengairi tanaman.. bisa sekali isi untuk 15 hari. APLIKASI LANGSUNG TANAH

    PENGAIRAN KAPILARITAS : Tinggal buat media penampung air bisa 5l, 10l, 20l dll . tinggal dikasi sumbu, bisa sisa kaos bekas dll. tinggal dicelup dan ditaruh separuh masuk air dan separuh ditaruh diluar media air, air akan menetes mengairi tanaman bisa sangat lama. APLIKASI LANGSUNG TANAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur nuwun mas, akan saya coba

      Hapus
    2. Ketemu lagi sama mas teguh.... saya ada saran lagi buat mas... dan ini sudah sy coba di beberapa tanaman keras, buah2an dan horti... saya pakai kristal polymer mas kalo didunia nyata banyak di popok bayi atau maaf juga ada di pembalut mas... hehe.. pada pembibitan jati dan buah2an saya buatkan lubang agak besar 40x40x40cm bibit pas ditengah lubang, aplikasi polymernya dicairkan dulu pakai air ( 1 popok bayi bisa 2-3 liter air dan bisa jadi 3 kg bubur polymer ) kemudian siramkan ke atas dan samping bibit diatas tanah bawaan bibit, kemudian tutuo dengan campuran kompos dan tanah asal. bibit sangat segar sekali di hari ke 15 mas...baru saya siram langsung 2 liter di sekitar bibit.. jadi hemat waktu dan hemat air mas.. hehehe... perakaran bibit baru akan menyerap secara efisien di cuaca sepanas panas apapun, dan tanah disekitar perakaran jadi lembab terus, dan waktu pagi hari polymer akan menyimpan air embun juga mas ( super absorbent ), di amerika selatan sudah diterapkan besar-besaran utk pepmbibitan tanaman keras mas. ok selamat mencoba mas teguh.. mudah2an saran saya berguna buat semua hehe...

      Hapus
    3. Makasih lagi mas infonya. Ini info yang bener2 baru buat saya mas. Untuk awal mungkin saya mau pakai pampersnya anak saya dulu deh. Nanti kalau hasilnya bagus, saya mau cari kristal polimernya.

      Hapus
  8. mungkin bisa dicoba dengan irigasi kendi, effesiensi lebih bagus dari pada tetes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih infonya, saya sudah lama mempelajari irigasi kendi. Cuma masalahnya di Bontang susah sekali mencari kendi.

      Hapus
  9. Bontang nya dimana Mas... saya juga di Bontang, saya tinggal di DPR (depan pagar rudal / depan rudal) :) saya mau berkunjug liat2 GH, sdh lama sy pingin buat GH jg tp lum ada modal... email sy : arifcupu@yahoo.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya di RT.33 Kel. Api - api. Kalau di depan Rudal ada teman saya yg suka bertanam juga, namanya pak Muhtasim

      Hapus