Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Selasa, 12 Februari 2013

Edisi Khusus Cabai (1) : Cabai Habanero


Saya termasuk cabai lover. Dalam kebutuhan makan sehari – hari tidak bisa terlepas dengan yang namanya cabai. Makan harus ada sambal, makan gorengan harus ada lalapan Lombok/cabai, masak sayur terasa hambar tanpa cabai apalagi kalau masak Indomie (bukan iklan lho ya) kalau nggak banyak cabainya rasanya kok kurang “nendang”.
Nah dari baca – baca di internet ternyata kok cabai itu jenisnya macam – macam. Dulu saya berpikir bahwa cabai yang paling pedas adalah cabai rawit hijua. Eeee..sekalinya masih ada beberapa jenis cabai yang jauh lebih pedas daripada cabai rawit andalan saya. Salah satunya ya cabai habanero ini. Meskipun bukan cabai terpedas, akan tetapi sesuai literature yang saya baca cabai ini memiliki tingkat kepedasan yang cukup pedas yaitu 100,000-350,000 SHU (Scoville Heat Unit) atau beberapa kali lipat cabai rawit hijau yang tingkat kepedasannya hanya sekitar 60,000-80,000 SHU. Makanya saya sempat berpikir mungkin nanti kalau masak Indomie yang biasanya perlu cabai rawit 15 biji, kalau dengan cabai ini mungkin Cuma perlu 1 atau 2 biji saja (menghayal.com)
Kembali ke inti artikel, saya tanam cabai ini karena kebetulan dari beberapa jenis benih yang saya tanam ya Cuma cabai habanero ini yang mau tumbuh. Padahal waktu beli benih ada beberapa macam. Tapi berhubung cara penyemaiannya sembrono akhirnya yang hidup Cuma si Habanero yang berwarna coklat tumbuh 2 bibit dan Habanero merah tumbuh 9 bibit. Dari 11 pohon inipun pertumbuhannya juga berbeda – beda karena masing – masing pohon dalam pertumbuhannya penuh dengan cobaan yaitu terserang hama. Tapi dengan modal bawang putih dan tembakau Alhamdulillah hamanya hilang (nggak tau ngacir atau mati). Dengan terseok – seoknya pertumbuhan akhirnya cabaiku berbunga juga, bahkan ada yang sudah mulai menjadi buah. Mudah – mudahan bunganya tidak pada rontok dan buah yang sudah jadipun juga tidak diserang lalat buah.
Mau lihat penampakannya? Lihat di bawah nih..

Awal pertumbuhan









Gambar2 setelah pindah pot




Pertumbuhan lumayan cepat, sayang ada yang kena penyakit. Tapi sekarang udah OK



Habaneroku sudah mulai muncul bunga dan pentil buah


Buah sudah bergelantungan

Habanero Orange dan Habanero Coklat sudah mulai menunjukkan warnanya







17 komentar:

  1. pak cabainya sepertinya sama dengan yg saya tanam.saya dapat bibitnya waktu ke daerah garut,ada 4 jenis cabai yg saya tanam,tapi kenapa ya perawatan pohon cabai itu lebih menguji kesabaran,hama dan penyakitnya itu lho. weleh weleeeh.
    kutu yang hinggap di bawah daun,membuat tunas daun mengkerut.juga semutnya banyak banget yg mengerubungi pohon cabai.
    saya pernah semprot menggunakan larutan cabai,tembakau dan deterjen.takaran dosis ngikutin perasaan saja (he he)
    tapi besoknya daun daun banyak yg layu,hwaduhh
    beberapa hari kemudian hama yg sama menyerang lagi.
    saat ini saya hanya menggunakan larutan 1 sendok teh sunlight di tambahkan i liter air.lalu saya semprotkan ke tanaman, ampuh banget. semut dan kutunya pada mati, dan tanaman tetap segar.
    yang jadi pertanyaan saya, berbahaya tidak ya pak cara yg saya lakukan ini pada hasil buah
    mohon bantuannya ya pak.
    terima kasih
    ( ivo susilawati )

    BalasHapus
    Balasan
    1. merawat cabai memang memerlukan kesabaran mbak, cabai2 sayapun juga selalu terserang hama terutama aphid/kutu yg nempel dibawah daun. Untuk mengatasi kutu ini memang perlu ketelatenan. Kalau kita memakai pestisida organik memang harus rutin. Saya juga pernah mengalami memakai air tembakau, bawang putih dan sunlight. Ketika takarannya terlalu pekat daun2 cabai pada memerah dan rontok. Nah kalau sekarang saya memakai larutan yg sama tetapi kepekatannya saya kurangi dan alhamdulillah tanaman aman dari kutu.
      Kalau mengenai berbahaya atau tidak, setau saya untuk pestisida organik salah satu resepnya adalah sabun cair karena berguna sebagai perekat pestisida. Jadi saya kira hal ini tidak membahayakan, karena kalau membahayakan pasti tidak akan dimasukkan dalam resep pestisida organik mbak.

      Hapus
  2. ummi khadijah ulya27 Maret 2013 22.21

    pak, saya sms aja ya alamat saya, saya jadi penasaran sama cabai ini, untuk di panen waktu lebaran nanti, boleh ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa bu, sms aja ke 0811587665

      Hapus
  3. pak teguh yang baik hati,saya mau tanya itu metannya untuk cabe apa yah,terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Metannya tanah, sekam sama pupuk kandang pak. Seminggu sekali saya kasih MOL

      Hapus
  4. pakuntuk mengatasi kutu daun putih pada tanaman tomat & cabe biasanya bapak beri apa pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai campuran bawang putih, tembakau dan sunlught

      Hapus
  5. Maaf ikutan tanya, sunlight itu maksudnya sabun cuci piring sunlight bukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak, bisa juga diganti merk lain mana yg ada. Fungsinya sebagai perekat.

      Hapus
  6. Pak teguh, mungkin bisa diajarin cara buatnya, misalnya tembakau sekian gram, bawang sekian siung dan sunlight sekian ml. Dan untuk metan sendiri berapa tanah, berapa pupuk kandang dan berapa sekam. Biar kami yang awampun bisa ngikutin pak teguh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Utk menangani kutu2an (kutu kebul, aphid, thrips) bisa menggunakan bawang putih dan tembakau.
      Caranya : tumbuk 3-5 siung bawang putih, masukkan ke btl air mineral 600ml. Tambahkan sejumput tembakau/4batang rokok tanpa filter, isi botol dgn air, tutup rapat dan biarkan semalam.
      Cara penggunaan:
      Ambil 1-2 tutup botol air bawang+tembakau, campur dgn 1 ltr air, tambahkan sunlight/mama lemon 1 sdk. Semprotkan ke daun yg terserang hama.
      Hati2 jgn sampai over dosis krn daun akan menguning dan rontok

      Hapus
  7. salam pak teguh. kalo over dosis itu misalnya untuk menurunkan dosis yang perlu dikurangin itu apanya ya, dari bawang putih atau tembakau atau perekatnya :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dikurangi takaran kepekatannya om.

      Hapus
  8. Yth. Pak Teguh. perbandingan metan tanah, sekam dan pupuk kandang berapa ? pupuk kandang kotoran kambing bagus gak ?

    BalasHapus
  9. Kalau seandainya kita tidak punya alat ukur untu PH dan PPM bagaimana sementara kita punya AB Mixnya
    atas jawabanta terima kasih

    BalasHapus
  10. Pak, saya tanam cabe habanero dan tsmb, knp nggak tumbuh yaaa :(
    udah coba direndam bijinya di air bawang merah, nggak tumbuh juga. atau harus kena sinar matahari langsung ya? atau nggak bisa tumbuh di daerah Jakarta?

    Terima kasih

    BalasHapus