Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Senin, 25 Februari 2013

Mencoba hidroponik seri 2

Kalau yang lalu saya mencoba hidroponik dengan system yang paling sederhana yaitu hidroponik pakai sumbu dengan media botol bekas dan jerigen bekas, dari percobaan yang lalu saya simpulkan bahwa nilai plusnya :
-        Pertumbuhan tanaman relative bagus
-        Tidak merepotkan, karena penambahan air nutrisi bisa sekali seminggu
-        Tidak memerlukan aliran listrik, karena air dipasok melalui sumbu
-        Hemat biaya
-        Mudah dipraktekkan
Tapi kekurangannya ada juga :
-        Tampilan kurang rapi
-        Untuk yang menggunakan botol bekas, biasanya sering ambruk karena botol tidak bisa menopang setelah tanaman besar. Hal ini terjadi karena lebih berat tanamannya daripada botolnya. Dan ketika ambruk biasanya nutrisi ikut tumpah.
-        Air nutrisi berlumut sehingga botol harus dicat dengan warna gelap. 

Nah, dari pengalaman diatas saya jadi tertantang mencoba hidroponik system yang lain. Dan sekarang ini saya kepingin mencoba yang sedikit lebih ribet. Saya nggak mau bilang lebih canggih karena setelah saya pikir – pikir hidroponik itu nggak susah kok. Dan kali ini saya mau mencoba hidroponik yang pakai air mengalir. Jadi disini diperlukan wadah yang bisa untuk media penanaman dan juga sebagai wadah untuk aliran air. Prinsip kerjanya akar tanaman akan menyerap nutrisi melalui akar yang menyentuh larutan nutrisi yang dialirkan. Aliran air nutrisi dialirkan sesuai dengan waktu yang kita tentukan, misalnya setiap 1 jam mengalir selama 10 menit. Untuk itu dibutuhkan timer. Konsekuensi dari hobi ini tentunya dibutuhkan dana lebih besar daripada hidroponik yang saya lakukan sebelumnya. Biaya yang cukup lumayan ya untuk pembelian pompa air, pipa paralon dan timer. Untuk hidroponik ini yang saya perlukan adalah :
-        Pipa paralon ukuran 2,5”
-        Pompa air untuk akuarium
-        Timer untu mengatur waktu
-        Gelas plastic
-        Rockwool/arang sekam
-        Ember penampung air nutrisi.
-        Nutrisi hidroponik.

Untuk percobaan kali ini saya menanam sawi, pakcoy dan selada dalam 1 rangkaian instalasi hidroponik. Untuk hasil saya belum tau karena baru saja mencoba. Harapannya sih pertumbuhan tanaman akan bagus, nggak perlu repot nyiram dan kelihatan lebih rapi.

Untuk melihat penampakannya seperti gambar dibawah.

Pipa paralon saat proses pelubangan



Pipa paralon yang sudah dirangkai dan contoh tanaman yang saya tanam

Selasa, 12 Februari 2013

Edisi Khusus Cabai (1) : Cabai Habanero


Saya termasuk cabai lover. Dalam kebutuhan makan sehari – hari tidak bisa terlepas dengan yang namanya cabai. Makan harus ada sambal, makan gorengan harus ada lalapan Lombok/cabai, masak sayur terasa hambar tanpa cabai apalagi kalau masak Indomie (bukan iklan lho ya) kalau nggak banyak cabainya rasanya kok kurang “nendang”.
Nah dari baca – baca di internet ternyata kok cabai itu jenisnya macam – macam. Dulu saya berpikir bahwa cabai yang paling pedas adalah cabai rawit hijua. Eeee..sekalinya masih ada beberapa jenis cabai yang jauh lebih pedas daripada cabai rawit andalan saya. Salah satunya ya cabai habanero ini. Meskipun bukan cabai terpedas, akan tetapi sesuai literature yang saya baca cabai ini memiliki tingkat kepedasan yang cukup pedas yaitu 100,000-350,000 SHU (Scoville Heat Unit) atau beberapa kali lipat cabai rawit hijau yang tingkat kepedasannya hanya sekitar 60,000-80,000 SHU. Makanya saya sempat berpikir mungkin nanti kalau masak Indomie yang biasanya perlu cabai rawit 15 biji, kalau dengan cabai ini mungkin Cuma perlu 1 atau 2 biji saja (menghayal.com)
Kembali ke inti artikel, saya tanam cabai ini karena kebetulan dari beberapa jenis benih yang saya tanam ya Cuma cabai habanero ini yang mau tumbuh. Padahal waktu beli benih ada beberapa macam. Tapi berhubung cara penyemaiannya sembrono akhirnya yang hidup Cuma si Habanero yang berwarna coklat tumbuh 2 bibit dan Habanero merah tumbuh 9 bibit. Dari 11 pohon inipun pertumbuhannya juga berbeda – beda karena masing – masing pohon dalam pertumbuhannya penuh dengan cobaan yaitu terserang hama. Tapi dengan modal bawang putih dan tembakau Alhamdulillah hamanya hilang (nggak tau ngacir atau mati). Dengan terseok – seoknya pertumbuhan akhirnya cabaiku berbunga juga, bahkan ada yang sudah mulai menjadi buah. Mudah – mudahan bunganya tidak pada rontok dan buah yang sudah jadipun juga tidak diserang lalat buah.
Mau lihat penampakannya? Lihat di bawah nih..

Awal pertumbuhan









Gambar2 setelah pindah pot




Pertumbuhan lumayan cepat, sayang ada yang kena penyakit. Tapi sekarang udah OK



Habaneroku sudah mulai muncul bunga dan pentil buah


Buah sudah bergelantungan

Habanero Orange dan Habanero Coklat sudah mulai menunjukkan warnanya







Senin, 11 Februari 2013

Weleh..sekaline tomatku cilik2...

Weleh..tomatku sekaline cilik2, tomat opo yo iki...Itulah kata kata yang bisa kuucapkan setelah melihat tomat yang kutanam mulai memerah. Mungkin ini akibat dari tidak selektifnya saya dalam menentukan benih yang akan ditanam. Yang lalu saya memang tidak terlalu pusing tentang kualitas benih, pokoknya yang penting tanam karena berlandaskan rasa cinta tanaman saja. Untuk ke depan mungkin saya harus menambahkan factor kualitas dalam pemilihan bibit daripada sesal kemudian tidak berguna.
 Mungkin ada dari teman teman pembaca yang tau ini jenis tomat apa. Karena saya sendiri juga bingung, kalau tomat cherry rasanya kok gak mungkin karena benihnya murah. Tapi kalau bukan tomat cherry, buahnya kok kecil - kecil cuma sebesar kelereng.
Tapi baidewe, anakku sangat suka makan tomat ini..yah..setidak - tidaknya biar kecil tapi masih bermanfaat.
Langsung saja ke penampakannya bisa dilihat dibawah.









Gambar tomatku saat masih putih, merah sampai pemanenan.

Sabtu, 12 Januari 2013

Berkebun sayuran di pekarangan (8) : Tomat

Tomat merupakan salah satu sayuran/buah yang tidak bisa lepas dari kehidupan saya sehari – hari, karena hampir setiap jenis masakan yang dimasak di rumah pasti ada unsur tomatnya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tomat berkhasiat banyak sekali, selain kaya akan vitamin terutama vitamin C, tomat juga kaya antioksidan yang berfungsi bisa menangkal/memperkecil resiko terkena penyakit kanker.
Selama ini untuk pemenuhan kebutuhan tomat ini, istri saya selalu membeli ke penjual sayuran keliling. Untuk sayuran yang lain (cabai, sawi, bayam, pakchoy, kenikir dll) bisa terpenuhi. Istri saya bilang, ‘’pak, coba tanam tomat biar kita juga bisa dapat tomat segar yang bebas pertisida”. Akhirnya saya berpikir juga, kenapa saya nggak tanam tomat, toh penanamannya juga nggak beda jauh dengan sayuran yang lain.
Berawal dari pemikiran tersebut, maka saat ke toko pertanian terdekat saya sempatkan beli bibit tomat eceran. Namanya juga bibit eceran, sehingga saya tidak tahu ini jenis tomat apa. Prinsip saya yang penting tanam dulu. Dan hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan seperti gambar di bawah.
saat awal tanam
masa pertumbuhan



 
            mulai berbunga                                                                    mulai muncul pentil buah

                

















Buah tomat mulai membesar nggak tau berapa lama lagi akan merah

 Memang tomat yang saya tanam belum bisa dipetik, tapi melihat perkembangan yang ada mudah – mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kami nikmati.

Rabu, 02 Januari 2013

Memperbanyak Zamio

Zamio punyaku yg
kutanam disepanjang
pagar rumah
Zamioculcas zamiifolia atau biasa kita sebut Zamio merupakan tanaman hias yang letak keindahannya pada sosok tanaman dan daunnya. Dengan model daun yang menyirip dan warna daun hijau gelap mengkilat, zamio betul – betul menjadi tanaman yang eksotik. Keunggulan tanaman hias yang letak keindahannya pada daun adalah selama tanaman itu hidup dan dirawat dengan baik akan selalu kelihatan indah sepanjang waktu. Beda dengan tanaman bunga, ketika sedang berbunga tanaman akan kelihatan indah, tetapi saat tidak berbunga akan tidak bagus dilihat. Makanya sebagai pecinta tanaman hias saya lebih memilih tanaman hias yang letak keindahannya ada pada daunnya. Seperti anthurium dan zamio ini.
Di sini saya tidak akan membahas zamio secara detil, tetapi saya menulis artikel ini hanya untuk membahas mengenai perbanyakannya. Hal ini karena saya terinspirasi dari tulisan teman di blognya tentang bagaimana dia memperbanyak tanaman zamionya. Dia memperbanyak dengan memisahkan anakan2 yang muncul. Makanya saya di sini akan mengulas memperbanyak zamio dengan daunnya.
Tanaman zamio selain bisa diperbanyak dengan anakannya juga bisa diperbanyak dengan daunnya atau biasa disebut stek daun. Sebagaimana pengalaman saya ketika memperbanyak zamio yang saya punya. Keuntungan dari cara ini yaitu kita bisa mendapatkan tanaman dalam jumlah besar, tetapi memang perlu waktu yang agak lebih lama.
Langsung saja bagaimana caranya? Caranya sangat mudah :
-        Ambil daun zamio yang sudah tua tetapi belum menguning.
    
-        Kemudian potong bagian pangkal daun 1/3 atau ¼ bagian daun.
    
-        Rendam potongan daun dalam larutan perangsang akar. Saya memakai larutan vitamin B sisa obat nafsu makan punya anak saya.
    
-        Tanam potongan daun sampai 1/3 bagian ke dalam media tanam
-        Siram seperlunya untuk menjaga kelembaban media.
-        Setelah 1-1,5 bulan akan muncul umbi kecil2 sebagai bakal tanaman.
-        Rawat dengan telaten, Insya Allah dalam 3 bulan kita sudah punya banyak anakan zamio.
Nah..karena gambar – gambar yang ada adalah gambar dari perbanyakan yang baru, maka untuk hasilnya akan saya update bulan depan.

Membuat perangkap lalat buah

Ketika kita ingin makan buah dan begitu buah dibuka didalamnya ada maggot/larva mirip ulat yang bergerak gerak, rasa geli atau jijik pasti muncul. Dan yang jelas pasti rasa kecewa yang muncul karena buah yang sudah dibayangkan kenikmatannya ternyata sudah tidak bisa dimakan.
Atau ketika kita tanaman kita berbuah, kemudian buah yang kita harapkan ternyata busuk dan rontok, betapa kita jengkel dan kecewa.
Begitu juga saya, saya juga merasakan hal yang sama. Beberapa waktu yang lalu ketika putsa / apel india saya berbuah, ketika saya petik dan coba gigit ternyata didalamnya ada beberapa maggot yang bergerak gerak. Hiii..rasanya jijik sekali.
Cabaiku pada rontok korban lalat
buah
Dan sekarang terulang lagi pada pohon cabai saya. Buah cabai yang begitu lebat ternyata banyak yang rontok dan ketika saya buka ternyata didalamnya juga banyak maggot kecil2.

Setelah saya cari info dari beberapa sumber ternyata kemungkinan biangnya si “Lalat Buah” yaitu makhluk yang sangat jarang penampakannya tapi cukup terasa dampaknya.  Akhirnya saya berpikir si biang masalah ini harus diatasi. Mau coba pakai lem serangga ternyata di toko pertanian tidak ada. Tapi saya malah dapat petrogenol yaitu zat cair yang berfungsi menarik lalat buah jantan karena aromanya seperti bau lalat buah betina yang lagi birahi. Harganya juga jauh lebih murah daripada lem serangga saya beli seharga Rp.7500 ukuran 5 ml.

Hasil tangkapan 1/2 jam pertama

Akhirnya saya buatlah perangkap lalat buah tersebut dan perangkap saya gantungkan di ranting pohon putsa saya. Hasilnya dalam waktu1 jam setelah pemasangan sudah 8 ekor lalat buah yang terperangkap, padahal ukuran pekarangan saya luasnya hanya 60 m2 dan sudah dikelilingi pagar tembok setinggi 2.5 m. Dan sorenya (8 jam setelah pemasangan) sudah tertangkap 28 ekor lalat buah. Hari keduanya tertangkap 26 ekor lalat buah.  Dan ini sungguh hasil yang mengagetkan buat saya. Pantas saja kalau tanaman putsa dan cabai saya banyak yang rontok dan busuk. Semoga saja dengan terperangkapnya lalat buah jantan ini lalat betinanya nggak ada yang ngawinin, jadinya mandul dan tidak bisa berkembang biak. Dan yang paling penting tanaman saya aman dari gangguannya.
Eh iya..mau tahu cara buatnya? Caranya mudah dan bahannya murah kok.
Untuk bahan yang kita perlukan :
-         botol plastic bekas air mineral,
-        kawat,
-        kapas/kain,
-        petrogenol
-        paku untuk melubangi botol.
-        Air
Caranya :
-        Lubangi samping botol ukuran lalat buah bisa masuk dengan paku yang dipanasin.
-        Lubangi tengah tutup botol untuk memasukkan kawat
-        Lilit kapas/kain dengan kawat, buat simpul disekitar lubang tutup botol agar botol tidak melorot.
      
-        Tekuk ujung kawat yang diluar botol untuk pengait.
-        Isi botol dengan air sampai seperempat bagian.
-        Masukkan kapas/kain yang sudah dililit kawat dan sudah diolesi petrogenol ke dalam botol. Ingat!! Kapas jangan sampai menyentuh air.
     
-        Gantung perangkap di daerah yang dianggap banyak populasi lalat buahnya.
-        Olesi/tetesi lagi kapas dengan petrogenol setiap 5 hari – seminggu sekali.

Selasa, 25 Desember 2012

Buat MOL sendiri : MOL es campur

Kalau melihat dari judulnya mungkin anda akan berpikir “MOL apa lagi nih?”. Tulisan di atas sengaja saya kasih judul begitu karena memang MOL yang saya buat kali ini berbahan es campur yang sudah basi.
Ceritanya begini, kemarin pas saya pulang kerja, ternyata di rumah tengah berkumpul kakak ipar dan adik ipar saya bersama keluarganya.Nah mumpung pas kumpul, istri saya bikin pisang  keju dan es campur dengan bahan gula, susu, air kelapa muda, agar agar dan tape. Ketika kakak dan keluarga adik ipar saya pulang, es campur tersebut masih tersisa 1 toples Tupperware. Karena kesibukan saya, sampai malam es tersebut tidak ada yang minum. Ketika istri saya coba meminum, dia bilang es-nya mulai kecut. Ya sudah daripada es dibuang mending saya simpan aja dalam botol bekas aqua 1.5 ltr dengan harapan bisa jadi MOL dan bermanfaat, toh bahannya juga dari bahan organic yang kaya nutrisi. Masalah penggunaan MOLnya nanti untuk apa, saya juga belum tau. Pokoknya yang penting jadi dulu lah…
Semoga saja nanti bisa bermanfaat

MOL dari es campur yang basi


Buat MOL sendiri : MOL berbahan ikan laut.

Untuk tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman diperlukan diperlukan nutrisi yang lengkap, baik berupa unsur hara makro maupun unsur hara mikro.
Bagi kita yang terbiasa menggunakan pupuk nonorganic, kebutuhan hara makro bisa terpenuhi dengan beberpa jebis pupuk kimia yang beredar dipasaran. Adapun unsur hara mikronya sudah tersedia pada tanah sebagai media tanamnya.
Akan tetapi bagi kita pecinta tanaman organic pasti akan menghindari yang namanya pupuk kimia buatan pabrik. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, kita akan mencari alternatif lain yang bersifat organic bagi memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman tersebut.
Bagi yang biasa bertanam secara organic, kita sudah terbiasa menggunakan pupuk berbahan kompos ataupun pupuk kandang. Akan tetapi dari beberapa artikel internet yang saya baca pupuk berbahan ikan merupakan pupuk organic dengan unsur hara paling lengkap, dan dikatakan jauh lebih bagus daripada pupuk organic dari kompos ataupun pupuk kandang.
Berbekal info inilah saya saat ini sedang mencoba membuat MOL/pupuk cair berbahan ikan, ksrens di daerah saya produk ikan berlimpah dan ada beberapa jenis ikan yang harganya cukup murah. Sehingga tidak ada salahnya kalau saya mencobanya, toh biayanya juga tidak banyak.
Adapun bahan yang saya gunakan adalah :
-        1 kg ikan “lure” (sejenis teri) harganya cukup murah (Rp.5000)
-        Gula merah secukupnya
-        Air kelapa sekitar 3 liter.
-        Larutan EM4
Caranya : Blender ikan dan gula merah, kemudian campurkan air kelapa dan EM4 secukupnya secara merata. Masukkan dalam jerigen bekas/botol bekas air mineral ukuran 1.5 ltr (Berhubung campurannya banyak, maka saya simpan dalam1 jerigen dan 2 botol). Simpan campuran selama 2 minggu dan setiap 2 hari sekali tutup botol dibuka untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Setelah 2 minggu larutan siap digunakan. Penggunaannya harus dicampur air dulu dengan perbandingan 1 : (15-20).
Untuk saat ini larutan belum siap digunakan, tetapi nanti setelah siap akan saya uji cobakan pada tanaman saya. Saya akan coba bandingkan hasil dari MOL campur baur, MOL kepala udang dan MOL ikan ini. Jadi penasaran rasanya ingin segera melakukan uji cobanya nih…
Ikan Lure bahan MOL

MOL siap proses fermentasi

Selasa, 18 Desember 2012

Membuat MOL(Mikro Organisme Lokal) sendiri : MOL kepala udang

Kalau beberapa waktu yang lalu, saya biasa bikin MOL dari bahan campur baur. Tapi pada kali ini saya mencoba membuat MOL dengan bahan kepala dan kulit udang. Hal ini saya coba karena dari referensi yang saya baca, kepala dan kulit udang mengandung unsur N yang cukup tinggi. Makanya saya berharap setelah MOL jadi mau saya gunakan sebagai pupuk daun dengan cara disemprotkan. Dan karena penggunaanya dengan cara semprot maka saya kasih campuran bawang putih, itung2 sekalian untuk mengusir hama tanaman terutama tanaman cabai rawit saya karena tanaman cabai paling sering terserang hama. Namanya juga coba – coba, harapannya ya berhasil tapi kalau gagal ya nanti coba lagi resep yang lain. Maklum, saya bukan ahli kimia dan bukan ahli tanaman tetapi saya pecinta tanaman dan biasa bicara berdasarkan hasilnya (testimoni). Jadi kalau ada pembaca yang mau mencoba sebaiknya tunggu dulu hasil testimony saya nantinya.
Adapun bahan yang saya pakai adalah :
-        Kepala dan kulit udang (limbah saat istri ngebersihin udang)
-        Gula pasir 3 sendok
-        Bawang putih beberapa suing
-        Air kelapa
-        Larutan EM* sebagai biang fermentor
Caranya : Blender kepala/kulit udang, gula pasir dan bawang putih. Campur dengan air kelapa dan EM secukupnya (sekitar 25-50 cc) kemudian simpan dalam botol bekas air mineral ukuran 1.5 ltr dengan ditutup rapat. Buka tutup botol setiap 2 hari sekali, demikian dilakukan berulang2 sampai 2 minggu. Setelah 2 minggu saring larutan dan larutan siap digunakan.
Adapun larutan yang saya bikin belum ada 2 minggu sehingga belum saya gunakan. Tetapi ketika saya buka setiap 2 hari, baunya lumayan menyengat. Aroma bawang putihnya kuat sekali. Saya sendiri terus terang gak tahan baunya, mudah mudahan yang gak tahan baunya bukan cuma saya tetapi hama juga mabuk. Semoga saja  larutan ini nantinya bisa seefektif yang saya harapkan baik dalam mengusir hama ataupun dalam pemupukan.




















       Kepala/kulit udang diblender                                                    Larutan siap fermentasi

Minggu, 16 Desember 2012

Apel Indiaku Berbuah lagi.

Di awal awal posting saya sekitar 9 bulan yang lalu, saya sempat memposting tentang apel India atau putsa. Di sini saya tidak akan uraikan apa itu putsa atau apel India, tetapi saya Cuma akan sampaikan perkembangannya setelah 9 bulan saya tanam.
Tanaman yang semula hanya sebesar kelingking dengan tinggi 50cm setelah 9 bln ini batang bawahnya sudah sebesar pergelangan tangan saya dan sudah setinggi 2.5 meter. Dan ini merupakan pertumbuhan yang sangat pesat menurut saya, mungkin karena saya tanam ditanah langsung.
Sebenarnya sejak 3 bulan setelah tanam, tanaman ini sudah berbuah bahkan bisa dibilang selalu ada buahnya. Sayang sebelum sempat petik, saya selalu kalah duluan sama lalat buah. Ada sih pernah saya petik beberapa biji. Rasa buahnya tidak menggambarkan rasa apel sama sekali, malah lebih cenderung mirip rasa buah jambu sukun. Tetapi apapun rasanya, tanaman ini sudah menjadi peneduh halaman belakang saya.
Nah sekarang ini tanaman berbuah lagi dan buahnya cukup lumayan banyak. Saya pikir2 rasanya sayang kalau buahnya harus dikasih ke lalat buah. Makanya dengan modal ketelatenan tiap dompol buahnya saya bungkus pakai plastic atau kain kaos bekas (mudah2an rasanya nanti nggak kecut karena keringat he..he..). Semoga saja hasilnya nanti seperti yang saya harapkan, yaitu buah yang bersih dan ranum.
Untuk penampakannya seperti gambar dibawah..



               Sebelum dibungkus                                                            Dibungkus plastik



                   Dibungkus kaos                                                           Simsalabim...inilah isinya