Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Tampilkan postingan dengan label Edisi Khusus Cabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Khusus Cabai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Menanam cabai rawit secara vertikultur dengan pipa paralon.

Setelah beberapa waktu vakum dalam berbloging ria, pada kesempatan ini saya mau menuangkan pengalaman saya dalam bertanam cabai rawit menggunakan pipa paralon tegak atau lebih kerennya disebut vertikultur.

Selama ini pipa tegak lebih umum digunakan untuk menanam sayuran daun seperti sawi, selada, seledri atau sayuran daun yang lain. Pernah saya lihat artikel orang menanam cabai rawit pakaipipa tegak tapi sebatas menanam saat awal dan hasil akhir tidak diupload sehingga masih menyisakan pertanyaan “apakah menanam cabai dengan pipa tegak bisa berbuah?”

Untuk lebih singkatnya saya akan uraikan saja apa – apa yang sudah saya lakukan dalam menanam cabai rawit dengan pipa paralon tegak dan mengenai hasilnya.

Saat saya melakukan penanaman sebetulnya lebih banyak factor tidak direncanakan, kenapa? Karena saat itu saya meyemai benih cabai terlalu banyak dan kurangnya pot untuk menanam bibit – bibit cabai tersebut. Dan ketika itu pot pipa tegak yang saya punya sedang tidak terpakai setelah saya gunakan untuk bertanam sawi. Hitung – hitung daripada pot nganggur akhirnya bibit cabai saya tanam pada pot tersebut dan medianya menggunakan cocopeat bekas sawi yang ada di dalam pipa tersebut.

Berhubung media hanya berupa cocopeat, maka untuk penyiraman menggunakan larutan nutrisi hidroponik. Penyiraman saya lakukan sehari sekali sekitar 400 ml dengan takaran mulai dari 700 ppm sampai 1500 ppm sesuai dengan masa pertumbuhan tanaman. Dan hasilnya seperti gambar – gambar di bawah ini.


 
















Cabai mulai banyak yang merah dan siap santap

Rabu, 17 April 2013

Edisi Khusus Cabai (3) : Cabai Trinidad Scorpion


Ini adalah salah satu pemegang rekor cabai terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan 1,463,700 SHU atau hampir 1.5 juta SHU. Anda bisa bayangkan kira – kira seperti apa pedasnya. Kalau kita biasa makan cabai rawit hijau, bayangkan saja pedasnya sekitar 20x lipatnya. Saya sendiri nggak yakin akan memakan cabai ini seandainya nanti sudah berbuah. Saya tanam cabai ini karena factor hobi sehingga rasanya ada kepuasan tersendiri kalau koleksi cabai saya semakin lengkap.

Saya beli benih cabai ini bersamaan dengan pembelian benih cabai Red Peter dan Bhut Jolokia. Dengan perlakuan perendaman air bawang merah selama semalam, benih sprout dalam waktu 7 hari. Benih sprout/tunas memang tidak dalam waktu bersamaan tetapi ada juga yang sprout di hari ke 8 maupun hari ke 9.

Untuk penampakan saat ini belum begitu menarik karena tanaman masih kecil, tapi harapan saya bulan depan sudah mulai bisa kelihatan cantik menghijau. Semoga saja tidak terserang hama.

Bibit cabai saat awal tunas


 bibit cabai 1.5 bulan berikutnya (18/4/2013)

Minggu, 31 Maret 2013

Merasakan sensasi pedasnya cabai habanero.

Habanero coklat
Tak terasa cabai habanero yang kutanam beberapa waktu yang lalu sekarang buahnya sudah mulai tua dan sudah keluar warna aslinya. Yang habanero orange sudah memunculkan warna oranyenya dan habanero coklat juga sudah muncul semburat coklatnya.

Sebagai orang yang menanam rasanya nggak afdhol kalau nggak coba merasakan pedasnya cabai yang saya tanam ini. Makanya iseng – iseng saya petik habanero orange yang sudah tua untuk bikin Indomie Kari Ayam (bukan iklan lho ya, btw saya suka sama mie ini). Untuk coba – coba saya cukup masukkan satu buah cabai yang sudah diiris – iris ke dalam mie. Hasilnya untuk satu porsi mie, satu buah cabai sudah cukup buat saya. Padahal biasanya kalau pakai cabai rawit hijau saya perlu 5 – 9 buah cabai. Berarti untuk ke depannya kalau mau buat mie cukup saya kasih cabai habanero orange satu buah saja.

Mie kesukaanku
Besoknya saya penasaran dengan cabai habanero yang coklat. Dari kerut – kerut kulit dan ukuran buah yang lebih besar, sebetulnya saya sudah agak ngeri membayangkan pedasnya. Tapi rasa penasaran harus terobati. Makanya saya coba masak mie lagi dengan merek dan bumbu yang sama, bedanya Cuma jenis cabai yang digunakan. Setelah mie dan sayuran hijau saya rebus dan tiriskan, selanjutnya saya panaskan lagi air untuk kuah mie. Air rebusan sekalian saya kasih potongan cabai habanero coklat. Hasilnya, ketika air mulai mendidih dan uap mulai menyebar, hidung mulai bersin – bersin karena aroma pedas yang menyengat. Untuk jaga – jaga supaya tidak mie tidak mubadzir, sebelum air saya tuang ke mangkok mie saya coba rasakan dulu. Hasilnya “mak nyosss” mulut rasanya kayak terbakar. Saya masih belum percaya pedasnya, makanya saya coba sekali lagi dengan ngetes satu sendok penuh. Hasilnya “lebih mak nyosss” lagi. Akhirnya daripada mie mubadzir, mending air rebusan cabai habaneronya saya buang saja kemudian saya petik lagi cabai rawit biasa 7 buah dan saya rebus bersama air kuah.
Kesimpulannya untuk cabai habanero orange saya masih kuat, tapi untuk cabai habanero coklat rasanya “ampuuunnn gak kuat pedasnya”.
Akhirnya saya berpikir, kalau untuk habanero coklat saja saya nggak kuat apalagi kalau cabai Bhut Jolokia, Trinidad Scorpion bahkan yang Trinidad Scorpion Morouga yang pedasnya berkali – kali lipat daripada cabai Habanero. Padahal ke tiga jenis cabai tersebut juga saya tanam dan sekarang sedang dalam masa pertumbuhan. Mungkin cabai – cabai super pedasku cukup hanya sebagi koleksi saja.

Selasa, 12 Februari 2013

Edisi Khusus Cabai (1) : Cabai Habanero


Saya termasuk cabai lover. Dalam kebutuhan makan sehari – hari tidak bisa terlepas dengan yang namanya cabai. Makan harus ada sambal, makan gorengan harus ada lalapan Lombok/cabai, masak sayur terasa hambar tanpa cabai apalagi kalau masak Indomie (bukan iklan lho ya) kalau nggak banyak cabainya rasanya kok kurang “nendang”.
Nah dari baca – baca di internet ternyata kok cabai itu jenisnya macam – macam. Dulu saya berpikir bahwa cabai yang paling pedas adalah cabai rawit hijua. Eeee..sekalinya masih ada beberapa jenis cabai yang jauh lebih pedas daripada cabai rawit andalan saya. Salah satunya ya cabai habanero ini. Meskipun bukan cabai terpedas, akan tetapi sesuai literature yang saya baca cabai ini memiliki tingkat kepedasan yang cukup pedas yaitu 100,000-350,000 SHU (Scoville Heat Unit) atau beberapa kali lipat cabai rawit hijau yang tingkat kepedasannya hanya sekitar 60,000-80,000 SHU. Makanya saya sempat berpikir mungkin nanti kalau masak Indomie yang biasanya perlu cabai rawit 15 biji, kalau dengan cabai ini mungkin Cuma perlu 1 atau 2 biji saja (menghayal.com)
Kembali ke inti artikel, saya tanam cabai ini karena kebetulan dari beberapa jenis benih yang saya tanam ya Cuma cabai habanero ini yang mau tumbuh. Padahal waktu beli benih ada beberapa macam. Tapi berhubung cara penyemaiannya sembrono akhirnya yang hidup Cuma si Habanero yang berwarna coklat tumbuh 2 bibit dan Habanero merah tumbuh 9 bibit. Dari 11 pohon inipun pertumbuhannya juga berbeda – beda karena masing – masing pohon dalam pertumbuhannya penuh dengan cobaan yaitu terserang hama. Tapi dengan modal bawang putih dan tembakau Alhamdulillah hamanya hilang (nggak tau ngacir atau mati). Dengan terseok – seoknya pertumbuhan akhirnya cabaiku berbunga juga, bahkan ada yang sudah mulai menjadi buah. Mudah – mudahan bunganya tidak pada rontok dan buah yang sudah jadipun juga tidak diserang lalat buah.
Mau lihat penampakannya? Lihat di bawah nih..

Awal pertumbuhan









Gambar2 setelah pindah pot




Pertumbuhan lumayan cepat, sayang ada yang kena penyakit. Tapi sekarang udah OK



Habaneroku sudah mulai muncul bunga dan pentil buah


Buah sudah bergelantungan

Habanero Orange dan Habanero Coklat sudah mulai menunjukkan warnanya