Tak terasa sudah 6
bulan saya nggak update blog karena lebih banyak berkutat dengan grup bercocok
tanam di FB.
Kali ini saya akan
menuangkan tulisan tentang bertanam selada secara hidroponik. Sebetulnya untuk
saat ini seladanya juga sudah habis dan sudah diganti tanaman yang lain. Tapi
saya kira tidak ada salahnya kalau tulisan tentang selada ini saya tuangkan
dalam blog sebagai bentuk pengalaman saya dalam menanam selada hidroponik.
Menanam selada
hidroponik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan menanam sayuran lain. Yang
perlu diperhatikan terutama adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena
tiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda – beda. Sebagai
contoh kebutuhan nutrisi dari tiap sayuran terlihat dari table di bawah ini.
Back to topic, untuk
lebih detail apa – apa yang saya lakukan untuk menanam selada hidroponik ini,
saya akan menguraikannya secara berurutan dan mudah mudahan pembaca bisa mudah
memahami.
Tahap penyemaian.
Sebelum tanaman ditanam
pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada
proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah
didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).
Bahan yang diperlukan
adalah :
-
Baskom bekas untuk penyemaian
-
Arang sekam
-
Benih selada
-
Plastik hitam
Caranya :
-
Masukkan arang ke baskom yang telah
dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
-
Taburkan benih secara merata di atas
arang sekam.
-
Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi
benih cukup tipis-tipis saja.
-
Siram benih dengan menggunakan sprayer
agar media tidak terhambur kemana mana.
-
Tutup dengan plastic hitam selama dua
hari.
-
Setelah 2 hari, buka tutup plastic.
Biasanya benih sudah tumbuh.
-
Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan
terlalu terik)
-
Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu
dan tanaman siap pindah tanam.
Tahap pindah tanam.
Setelah bibit selada
berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk
pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah
ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang
diperlukan :
-
Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala
botol plastic)
-
Kain flannel untuk sumbu jika
diperlukan.
-
Spons yang sudah dipotong – potong
ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
-
Baskom/ember yang sudah diisi air
bersih.
Caranya :
-
Ambil bibit besrta medianya sekalian.
(jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
-
Masukkan bibit besrta media ke dalam
baskom/ember yang sudah diisi air
-
Goyangkan bibit dengan pelan – pelan.
Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar
tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
-
Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit
dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
-
Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan
spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar
nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa
menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
-
Masukkan spons yang telah berisi bibit
ke dalam netpot.
-
Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam
yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
Tahap pembesaran
Setelah bibit kita
pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk
pembesaran sampai masa panen.
Dalam system hidroponik
perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai
system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan
ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman.
Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan
lagi.
Yang perlu diperhatikan
adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi
cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar
dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 –
30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.
![]() |
| Gambar tanaman seladaku |
Pada saat praktek
menanam selada ini saya menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156
lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit
selada.
Kalau dikalkulasi secara
ekonomi untuk di Bontang,
Biaya untuk buat Rak :
-
Pipa 2,5” 6 batang Rp. 240.000
-
Lbow 4 pcs Rp. 24.000
-
T join 9 pcs Rp. 54.000
Total Rp.
318.000
Harga pupuk
-
Pupuk ABmix 1 paket harga Rp. 75.000
-
Ongkir Rp. 65.000
Total Rp.
140.000
Untuk pupuk 1 paket
bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140.
Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp.
140 = Rp. 11.200
Penjualan
1 ikat selada terdiri
dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari
satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000
Nah kalau untuk ngitung keuntungannya, tolong dihitung sendiri ya...








































