Berbagi tak pernah rugi

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini, di blog ini saya tuangkan apa2 yang menjadi kebiasaan saya, pengalaman saya, hobi saya dll yang mungkin sepele tetapi mungkin bisa membawa manfaat bagi anda yang membacanya. Saya berharap blog ini bisa mencerminkan prinsip saya yaitu "Berbagi Tak pernah Rugi" . Dan bagi pembaca yang punya uneg - uneg atau kritik silahkan beri komentar, selain sebagai masukan juga bisa sebagai koreksi diri bagi saya. Atau bagi yang mau mengcopy artikel saya silahkan saja tapi jangan lupa lampirkan sumbernya ya..
Sehubungan banyaknya pertanyaan via SMS yang masuk dan cukup menyedot pulsa, mohon kalau ada pertanyaan bisa menelpon ke 082254621401 atau via komentar. Untuk selanjutnya terpaksa saya tidak melayani SMS



Jumat, 18 Mei 2012

Kenikir, selain sedap juga bermanfaat


Bagi penyuka makanan berbahan sayuran atau daun daunan, pasti anda tidak akan merasa asing dengan daun kenikir. Pohon kenikir merupakan tanaman perdu yang berdaun majemuk yang bersilangan dan berhadapan. Berbau khas, berbunga majemuk dan berakar tunggang Daun kenikir memang mempunyai rasa yang khas, dengan aromanya yang cukup kuat daun kenikir memberi sensasi tersendiri bagi orang yang menyantapnya. Kebanyakan dari kita ketika menyantap daun kenikir yang terpikir adalah rasanya, akan tetapi selain rasa nikmat daun kenikir ternyata juga kaya akan bermanfaat.
Adapun daunnya dengan kandungan saponin, flavonoid polifenol dan minyak atsiri berkhasiat sebagai obat penambah nafsu makan, penguat lambung dan pengusir serangga. Selain itu berdasarkan penelitian rupanya daun kenikir juga mengandung zat antioksidan yang dapat mengurangi resiko terkena penyakit kanker.
Untuk mendapatkan manfaat kenikir caranya sangat mudah, cukup dengan mengkonsumsi segenggam daun kenikir setiap hari. Lebih bagus lagi dikonsumsi bersama sayuran lain yang kaya zat antioksidan seperti daun kemangi, beluntas bayam dan lain lain.
Untuk menkonsumsinya juga cukup sederhana, kukus atau rebus daun kenikir beserta sayuran lain (kalau ada) kemudian campur dengan bumbu urap atau sambel pecel, pokoknya dijamin maknyuss..
Melihat kenyataan sebagaimana diatas, rasanya saya tidak rugi menanam pohon kenikir, dan memang saat ini saya sudah menanam pohon tersebut dalam pot ataupun lahan yang kosong dipekarangan rumah saya dan sudah beberapa kali pula saya merasakan nikmatnya daun kenikir hasil tanam saya. Kadang saya bikin pecel dan kadang saya bikin urap dicampur dengan bayam dan kemangi hasil tanam sendiri juga. Selain penghematan dalam pengeluaran belanja dapur, yang terpenting adalah adanya kepuasan tersendiri ketika menikmati hasil dari tanaman yang kita tanam sendiri.

Pohon kenikirku, biarpun masih kecil tapi sudah sering kupetik buar nggak sempat berbunga

Cara tanamnya juga sangat mudah, cukup tebar biji kenikir pada wadah tanam. Setelah tanaman tumbuh dan setinggi 10 - 15 cm pindahkan tanaman ke dalam pot yang sebelumnya sudah diisi campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang, atau bisa langsung ditanam dilahan yang kita inginkan. Sirami secara rutin dan beri pupuk organik secara teratur. Supaya tanaman bisa kita ambil daunnya dalam jangka lama, tunas tunas mudanya harus sering dipetik supaya tidak muncul bunganya.
Inilah pengalaman saya yang berhubungan dengan kenikir. Mungkin ada yang mau mencoba??

Kamis, 10 Mei 2012

Bak penampung air di bawah teras

 Gambar sosok teras belakang rumah saya

Saat melihat gambar di atas saya yakin anda langsung berpikir gambar diatas adalah sebuah teras. Betul, memang itu sebuah teras di belakang rumah saya. Teras yang kelihatan masih berantakan, maklum tumpukan cucian kering yang ada belum sempat di seterika sehingga numpuk di situ.
Tetapi  sebetulnya di sini saya tidak akan menonjolkan wujud terasnya, akan tetapi fungsi teras tersebut. Sebagaimana judul tulisan di atas, fungsi teras saya ini selain sebagai tempat untuk bercengkrama dengan keluarga, teras ini juga berfunsi sebagai bak penampung air hujan.
Gambar lubang pintu bak untuk maintain bak kalau kotor

Tahun lalu ketika saya memulai membangun rumah ini, saat  mendesain saya desain juga teras belakang. Waktu itu saya hanya berfikir bahwa di belakang rumah harus ada teras untuk bersantai bersama keluarga. Tetapi ketika proses membangun rumah berjalan, pas saat proses pengurukan tanah ternyata perlu tanah urug cukup banyak karena tinggi pondasi sekitar 1m dan luasan yang harus saya urug seluas 300m2.  Pada waktu itulah saya berpikir sebaiknya pondasi teras belakang ini saya jadikan saja sebagai bak penampung air, selain menghemat tanah urug juga bisa berfungsi sebagai bak penampungan air.  Saya berpikir begitu karena ditempat tinggal saya cukup sulit untuk mendapatkan layanan air bersih dari PDAM karena terbatasnya kemampuan instalasi air di PDAM. Maka waktu saya beritahu tukang saya untuk tidak mengurug pondasi rencana teras akan tetapi saya suruh pondasi tersebut dicor dan dijadikan bak penampung air. Akhirnya jadilah teras tersebut sebagai bak penampung air dengan ukuran cukup lumayan besar yaitu 3m x 4m x 1m.
Adapun bentuk atau skema bak tersebut kurang lebih seperti di bawah.


Sebelum rumah saya tempati, air hujan yang tertampung biasa digunakan oleh tetangga sekitar apabila pas air PDAM tidak mengalir. Tetapi sekarang setelah saya tempati, ternyata bak tersebut sangat berguna dan sangat membantu saya dalam penghematan biaya pembelian air bersih. Dua bulan lalu ketika hujan tidak turun sekitar 1 bulan, saya mesti beli air 1 mobil tangki sekitar 5000 liter setiap minggu. Sedangkan harga air 1 tangki Rp. 120 ribu, jadi dalam sebulan saya harus keluarkan biaya Rp. 480 ribu hanya untuk beli air. Padahal selain itu untuk konsumsi sehari hari (masak dan minum) saya juga harus beli air galon kemasan isi ulang. Nah sekarang ketika sering hujan sudah lebih dari sebulan ini saya tidak beli air tangki karena kebutuhan air sudah terpenuhi dari bak penampung air tersebut. Jadi cukup besar juga penghematan saya dari pemanfaatan air hujan tersebut. Sekarang ini saya sedang mencari cara bagaimana air hujan yang saya tamping juga layak konsumsi, karena untuk saat ini penggunaan air hujan tersebut sebatas untuk MCK. Mungkin rekan pembaca ada yang tahu caranya?

Jumat, 27 April 2012

Enaknya kangkung dari hasil tanam sendiri

Kangkung siap masak nih.....dijamin organik

Biji biji kangkung yang saya semai beberapa waktu yang lalu sudah beberapa kali juga saya petik. Sebetulnya kalau hanya perlu sekedar sayuran semacam kangkung, bisa saja saya gak usah repot repot menanam cukup keluarkan uang Rp.2000 sudah dapat satu ikat kangkung segar yang siap olah. Tetapi karena saya ingin memanfaatkan pekarangan yang tersedia dan pada dasarnya saya memang senang bercocok tanam maka semua saya rasakan nikmat saja. Dan rasanya ada kepuasan tersendiri ketika makan sayuran hasil dari menanam sendiri, selain bisa menghemat belanja dapur juga mendapatkan sayuran organik karena untuk pertumbuhannya saya gunakan pupuk organik baik yang cair maupun yang padat. Apalagi setelah coba – coba searching tentang manfaat kangkung, wuah.. rasanya lebih bersemangat lagi untuk bisa sering – sering menyantap sayuran ini. Mau tau manfaatnya??

Berikut manfaat kangkung bagi kesehatan tubuh kita :
-          Kaya dengan zat besi. Zat besi adalah zat yang sangat penting untuk tubuh kita, peranannya dalam membentuk sel darah merah sangatlah vital. Sebanyak 2,5 mg/100g kandungan zat besi dalam sayuran yang bernama kangkung tersebut. Lemas, pusing dan pandangan kabur adalah ciri awal kekurangan zat besi. Cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah menambah asuan zat besi dalam tubuh kita. Salah satunya mengkonsumsi kangkung.
-          Mencegah penyakit diabetes militus. Ekstrak pada kangkung telah diuji di laboratorium dan hasilnya ekstrak kangkung tersebut berguna sebagai anti diabetes. Hal ini dikarenakan ekstrak kankung tersebut akan menghambat penyerapan kadar gula pada tubuh kita. Perbanyaklah mengkonsumsi kangkung bila anda mengidap penyakit diabetes mellitus.
-          Memberikan cadangan vitamin C pada tubuh kita. Pada umumnya kangkung memiliki kadar vitamin C yang lebih banyak dibanding kebanyakan buah.
-          Menciptakan suasana nyaman pada otak kita. Kadar vitamin B komplek dan omega 3 pada kangkung sangatlah besar. Keduanya merupakan peningkat produksi serotin dalam otak kita. Maka dari itu, seiring meningkatnya produksi serotin akan menciptakan suasana yang nyaman pada otak kita.
-          Mengendurkan saraf kita. Hal itu dilakukan oleh mineral seng dan selenium. Semakin kendur saraf –saraf kita maka akan semakin lelap tidur kita.
-          Menjaga kestabilan penglihatan kita. Vitamin A yang terdapat pada kangkung sebesar 6300 IU, sedikit lebih banyak dibanding bayam yang hanya 6100 IU. Hal tersebut dapat dilihat dari warna daunnya, semakin hijau daunnya maka kandungan betakarotin juga semakin tinggi.
Selain itu kangkung juga bermanfaat untuk pengobatan antara lain :
-          Mengurangi Haid
0,5 kg daun kangkung segar cuci, tumbuk halus, beri air secukupnya. Saring, beri 1 sendok makan madu. Minum habis 1x sehari sekaligus.
-          Mimisan
Seikat kecil daun kangkung segar, cuci, tumbuk halus, beri sedikit gula, seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring, minum 2x sehari.
-           Sakit Kepala
Cara I : Segenggam daun kangkung tumbuk halus, beri sedikit garam dan air secukupnya. Saring, beri madu. Minum 1x sehari sekaligus
Cara II : Seikat daun dan batang kangkung segar rebus, minum air rebusannya.
-          Ambeien
Segenggam kecil akar kangkung cuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal ½ . Setelah dingin, minum sehari 2x ½ gelas.
-          Insomnia
Sering-sering makan sayur dan kangkung, tanpa batang.
-          Sakit Gigi
Segenggam akar kangkung, ½ sendok teh cuka, direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya sekaligus 1x sehari.
-          Melancarkan Air Seni
Segenggam akar kangkung direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal menjadi 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1x sehari
-          Ketombe
Kangkung segar secukupnya direndam dalam air semalam sampai airnya berwarna kebiruan. Keramas dengan air itu. Lakukan ini setiap keramas.
-          Sembelit,Mual Bagi Ibu Hamil
Makan masakan sayur kangkung dengan ditumis.
-          Sariawan,Gusi Bengkak
Seikat daun kangkung ( tanpa batang ) cuci bersih, lumatkan, beri 1 gelas air, peras dan saring ( boleh beri sedikit garam ). Gunakan airnya untuk kumur.
             Melihat banyaknya manfaat kangkung, rasanya nggak ada ruginya saya menanamnya.

Kamis, 26 April 2012

Pot pot bekas dari teman..alhamdulillah

Semenjak pindah rumah beberapa waktu yang lalu, semangat untuk kembali berkebun di pekarangan rumah mulai mucul lagi. Beberapa tanamanpun sudah saya tanam seperti posting saya beberapa hari lalu. Tapi saya amati di pekarangan belakang rumah masih ada space yang mestinya  masih bisa saya manfaatkan untuk berkebun. Sehubungan pekarangan sudah saya semen, saya harus bertanam dengan menggunakan pot.
Pikir pikir dan hitung hitung biaya untuk pembelian pot lumayan mahal, mau pakai polibag kesannya kurang bersih. Kebetulan ketika pulang kerja bareng teman sekantor dan ngobrol mengenai hobi saya, eee dia nawarin pot-pot bekasnya yang sekarang ini tidak dipakai. Wuah rasanya kayak dapat durian runtuh…tanpa pikir panjang saya langsung sambut tawaran dari teman tersebut.
Kemarin pagi akhirnya saya ke rumah teman tersebut. Dalam perjalanan saya berpikir mungkin potnya nggak terlalu banyak, 10 atau 15 biji. Sesampai di sana, sekalinya potnya cukup banyak dengan berbagai ukuran dan kebanyakan ukurannya cukup besar. Tanpa banyak buang waktu, langsung aja pot saya naikkan ke mobil.
Sesampai di rumah, sambil nurunkan pot, saya sempatkan untuk menghitung berapa banyak pot dari teman tersebut. Wow.ternyata ada lebih dari 30 pot. Alhamdulillah…kalau memang sudah rejeki memang nggak akan lari kemana mana…
Semoga nanti pot pot ini bermanfaat..dan rencananya saya akan tanami terong untuk pot yang berukuran besar.
Biarpun pot2 ini bekas tapi mudah2an besar manfaatnya

Senin, 16 April 2012

Biar lambat akhirnya ketanam juga

Kiranya tulisan seperti di atas yang paling cocok saya jadikan judul posting saya kali ini, karena setelah terbengkalai sekian lama akhirnya “bibit buah naga korban obsesiku” bisa tertanam juga.
Kira kira 4 bulan yang lalu pas saya tengok dak diats rumah bagian belakang, pandangan tertuju ke bibit buah naga yang sudah lama tidak kuperhatikan. Sempat terpikir untuk membuang seluruh bibit yang ada karena cuma bikin kotor. Niat itu saya sampaikan ke istri, tetapi istri saya bilang daripada dibuang kenapa tidak ditanam saja bibit2 yang masih layak tanam. Saya pikir betul juga kata istri saya. Makanya kubulatkan tekad untuk membersihkan kebun yang sudah lama kubiarkan menjadi semak.
Setelah hitung hitung biaya yang dibutuhkan akhirnya saya menelpon tetangga kebun saya (jarak kebun ke rumah sekitar 12km) untuk bisa merintis/membersihkan kebun sekalian membuatkan bedengan dan menancapkan tiang ulin sebagai penyangga pohon nantinya. Setelah lahan terbentuk, saya beli kotoran kambing untuk dijadikan pupuk organik.
Waktu berikutnya setiap hari Sabtu dan Minggu saya bawa bibit bibit yang masih lumayan bagus untuk ditanam. Sedikit demi sedikit akhirnya tertanamlah bibit buah nagaku sebanyak 85 tiang. Setiap tiang saya isi 4 pohon. Alhamdulillah, dengan perawatan rutin saya siram MOL seminggu sekali, pertumbuhannya lumayan bagus. Batang batang pohon buah naga sudah mulai setinggi tiang, bahkan ada beberapa yang sudah saya potong dan membentuk cabang. Rasa pesimis yang dulu sempat muncul akhirnya pupus sudah dan berganti rasa optimis untuk perkembangan pohon buah nagaku.
Mau lihat penampakannya? Ini ada beberapa gambarnya dan mudah mudahan beberapa bulan ke depan sudah mulai belajar berbuah


 



Minggu, 15 April 2012

Alhamdulillah, rumah baru tanaman baru...

Alhamdulillah, sudah 1 bulan ini saya sudah menempati rumah yang baru. Sebenarnya saya bukan menekankan rumah barunya, tetapi keinginan saya setelah menempati rumah baru saya ini. Adapun keinginan saya adalah bisa bertanam lagi karena memang dibagian belakang rumah sengaja saya sisakan area 8m x 10m. Dan Alhamdulillah saya juga sudah mulai menanam lagi meskipun belum begitu banyak tanaman, tetapi paling tidak bisa untuk pengisi waktu ataupun hiburan sepulang kerja atau kalau pas ada waktu luang.
Sebagai hiburan, saya mencoba menanam di pot ataupun pipa paralon karena lahan yang ada sebagian besar sudah saya semen juga dengan alas an kebersihan. Dengan menggunakan pot ataupun pipa paralon akan sangat memudahkan saya untuk memindah/mengatur letak tanaman sesuai dengan keinginan saya.
Dengan penanaman di dalam pot ataupun wadah terbatas lainnya kebutuhan unsur hara juga harus diperhatikan, sayapun juga selalu menyiram tanaman2 saya dengan pupuk cair bikinan sendiri yang biasa disebut MOL (Mikro Organisme Lokal).
Mau tau tanaman apa saja yang saya tanam? Ini ada beberapa fotonya
1.       Kangkung
Tanaman ini saya tanam di pot dan paralon.  Penataan potnya saya coba maksimalkan dengan rak supaya dalam lahan yg sempit bisa bertanam agak banyak. Demikian juga dengan pipa paralon, pipanya saya bikin tegak dan saya lubangi sekelilingnya sehingga dalam satu batang pipa bisa bertanam dibanyak lubang tanam.
                                   Gambar Kangkung 4 hari setelah tanam biji.
Sebentar lagi sudah siap saya tumis nih…

2.       Bayam
Untuk bayam saya tanam dibotol bekas air minum kemasan. Maksud saya selain selain mudah ditata juga untuk memanfaatkan botol2 bekas air minum yang biasanya cuma dibuang. Dan ternyata bisa tumbuh subur juga.
 Ini juga sudah siap di sayur bening he..he..he..

3.       Kenikir
Berhubung saya suka makan urap ataupun pecel, saya juga menanam kenikir karena menurut saya daun kenikir rasanya sangat khas.
Kalau yang ini untuk panennya masih harus bersabar dulu karena baru beberapa hari ditanam

Kalau yang ini untuk panennya masih harus bersabar dulu karena baru beberapa hari ditanam

4.       Markisa
Saya dapat tanaman ini dari teman kerja dan baru saya tanam beberapa hari yang lalu. Harapan saya markisa ini nantinya bisa jadi tanaman pelindung dibagian belakang rumah saya. Sengaja saya pilih markisa karena daunnya lebat dan rapat, selain itu saya juga suka sirup markisa. Jadi setelah markisa berbuah ya tentunya saya juga pingin rasakan jus markisa produk sendiri.

Ini penampakan pohon markisanya.
5.       Jeruk.
Saya tanam jeruk ini dari hasil stek batang. Indukannya dari tanaman jeruk yang ada di kantor. Jenisnya saya juga bingung jeruk apa? Tapi kata teman yang tanam dulu namanya “Jeruk Lemon” dan biasa untuk bikin minuman. Cara steknya gak sulit kok, Cuma potong ujung batang tanaman trus tancap ke tanah (dalam polibag) dan taruh di tempat yang teduh selama beberapa hari. Setelah muncul tunas baru, berarti udah bisa di pindah ke tempat terbuka.
Mudah mudahan jeruk ini cepat besar, karena selain bisa untuk penghijau halaman belakang juga saya pingin segera bisa merasakan “lemon tea” dari kebun sendiri.

6.       Terong
Saya mencoba menanam terong dalam pot. Saya tidak tahu apakah nantinya bisa tumbuh optimal atau tidak, tapi saya hanya coba coba. Saya tanam ga banyak sih, sebagai percobaan saya tanam 6 pot dulu dan masing masing pot saya tanami 2 pohon. Mudah mudahan saja bisa tumbuh optimal dan berbuah banyak.
Tanaman baru beberapa hari (sekitar seminggu)

7.       Lombok kecil.
Kalau tanaman yang ini sepertinya merupakan tanaman wajib bagi saya, karena saya termasuk pecinta makanan pedas. Untuk saat ini saya sudah tanam 6 pot dengan menggunakan ember bekas cat tembok yang isi 20kg. Selain itu saya juga tanam beberapa pohon di pinggir tembok. Sayang umurnya masih sangat muda sehingga tampak kecil kalau difoto. Mudah mudahan saja cepat besar dan nanti kalau besar berbuah lebat.



8.       Sawo
Kata penjualnya namanya sawo meksiko. Tujuan saya menanam sawo ini adalah untuk saya jadikan tanaman perindang halaman belakang, karena pohon sawo daunnya sangat rapat dan lebat. Sebetulnya yang lalu saya mau tanam pohon mangga, tapi karena saya takut nanti kalau sudah besar akarnya akan merusak pondasi pagar akhirnya saya ganti sawo ini. Tapi saya gak tahu ada apa dengan tanaman saya yang satu ini, soalnya sudah sebulan saya tanam tapi kok gak ada tanda tanda muncul tunas baru sebagai tanda pertumbuhan.


9.       Apel India
Tanaman ini saya tanaman ini saya tanam bersamaan dengan pohon sawo meksiko saya. Kata penjualnya namanya apel India, tapi setelah saya tanya ke mbah gogle ternyata jenis tanaman putsa. Katanya sih buahnya manis sekali, mudah mudahan saja nanti kalau berbuah sebagaimana kata penjualnya.
Tanaman ini pertumbuhannya sangat bagus. Banyak muncul tunas baru, malah saat ini dari tunas tunas baru yang tumbuh malah sudah memunculkan bunga. Saya belum tahu apakah bunganya saya biarkan jadi buah atau saya buang dulu biar pertumbuhannya bisa lebih optimal. Tapi saya sangat suka tanaman ini, selain pertumbuhannya cepat dilingkungan saya juga belum ada yang tanam pohon Apel India ini.



10.       Buah Naga.
Tanaman ini adalah sisa bibit dari bibit buah naga yang saya tanam di kebun. Daripada tanaman ini saya buang ya lebih baik saya tanam saja di belakang rumah. Dan hampir sebulan saya tanam sudah tumbuh tunas baru di beberapa pohon. Mudah mudahan saja  tanaman ini nantinya bisa tumbuh subur dan jadi penyejuk pandangan di saat nyantai di teras belakang bersama keluarga nantinya.



11.       Labu ???
Saya tidak tahu ini tanaman apa, kalau dilihat wujudnya sih seperti labu. Saya gak tau juga karena tanaman ini tumbuh sendiri tanpa saya tanam. Bibitnya mungkin terbawa atau tercampur dengan tanah top soil yang saya beli untuk mengisi bak semen yang saya buat. Awalnya tanaman ini mau saya cabut saja. Tapi berhubung sama istri dilarang (katanya biarin aja toh kita juga gak kasih makan lho pak), ya sudah akhirnya saya biarkan tumbuh. Itung itung sementara pohon yang lain belum besar, tanaman ini bisa jadi penghijau halaman belakang.
Ini penampakan pohonnya, mungkin ada yang tau ini pohon apa?




Senin, 01 Agustus 2011

Mutiara Nasehat

Mutiara nasehat ini aku kumpulkan dari kiriman kiriman SMS yang masuk ke HPku. Dengan harapan untaian kata - kata ini bisa memberi manfaat kepada orang lain, maka untaian kata - kata ini aku tuangkan ke blog sederhanaku ini.

Mutiara nasehat.

Umar bin Abdul Aziz :

"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."


Imam Abu Zur’ah Ar-Raazi (wafat th 264H)

”Apabila engkau melihat seseorang mencaci maki/menghina seseorang dari shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ketahuilah bahwa orang itu ialah Zindiq (kafir). Yang demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah haq, Al-Qur’an ialah haq dan apa-apa yg dibawa ialah haq dan yang menyampaikan semua itu kepada kita ialah para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka (orang-orang zindiq) itu mencela kesaksian kita agar bisa membatalkan Al-Qur’an dan Sunnah (yakni agar kita tidak percaya kepada Al-Qur’an dan Sunnah -pen). Merekalah yang pantas mendapat celaan”. [Al-Awashim minal Qawashim hal. 34 ]

Al-Imam Malik rahimahullah

"Tidaklah menjadi baik akhir umat ini, melainkan dengan apa yang telah memperbaiki dengannya generasi pertama umat ini. Maka setiap apa yang pada hari itu (zaman shahabat) tidak dikatakan sebagai agama, maka tidak pula hari ini (zaman sekarang) dikatakan sebagai agama."


Imam al-Auza'i berkata,

''Bersabarlah kalian di atas sunnah. Tetaplah tegak sebagaimana para sahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan. Tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya, dan ikutilah jalan salafush shalih.''

Ibnu Isma'il bin Ibrahim al-Muhajirin

Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka.

Wasiat Rasulullah

Dari Abu Najih, Al 'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi nasihat kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup sepeninggalku niscaya kalian akan menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaa-ur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu muhdats (perkara baru/ bid'ah) karena sesungguhnya setiap bid'ah itu sesat."
[Hadits riwayat Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud nomor 4607 dan at-Tirmidzi nomor 2676, ad-Darimy (I/44), al-Baghawy (I/205), al-Hakim (I/95), dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455)]

Umar bin Abdul Aziz berkata :
 "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya."
(Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38)

Abdullah bin Ad Dailamy berkata :
"Sesungguhnya sebab pertama hilangnya agama ini adalah meninggalkan As Sunnah. Agama ini akan hilang sunnah demi sunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi seutas."
(Al Lalikai 1/93 nomor 127, Ad Darimy 1/58 nomor 97, dan Ibnu Wadldlah dalam Al Bida’ 73)

Al Auza’i berkata :
"Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapatnya orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu."
(Asy syari’ah 63)


"Tawadhu' adalah engkau tidak melihat dirimu memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya." "Tawadhu' adalah engkau tidak melihat orang lain membutuhkanmu." (Hakikat Tawadhu' dan Sombong Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali hafizhahullah)

Tamim bin Muslim bertanya kepada Yusuf bin Asbath:
"Apakah puncak dari tawadhu' (rendah hati)?" Maka beliau menjawab: "Engkau keluar dari rumahmu, tidaklah engkau melihat seseorang melainkan engkau merasakan bahwasanya ia lebih baik darimu." (Jawaahiru Shifatish Shafwah, edisi Indonesia: Teladan Hidup Orang-orang Pilihan, penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Bogor)


Abdullah bin Ad-Dailamy berkata:
 Sebab pertama hilangnya agama ini adalah ditinggalkannya As Sunnah (ajaran Nabi). Agama ini akan hilang Sunah demi Sunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi seutas”. (Lammudurul Mantsur Minal Qaulil Ma’tsur )

Abdullah bin ‘Athiyah berkata:
Tidaklah suatu kaum berbuat bid’ah dalam agama kecuali Allah akan mencabut dari mereka satu Sunnah yang semisalnya. Dan Sunnah itu tidak akan kembali kepada mereka sampai hari kiamat”.
(Lammudurul Mantsur Minal Qaulil Ma’tsur )

Al-Imam Az-Zuhri berkata:
Ulama kami yang terdahulu selalu mengingatkan bahwa berpegang teguh dengan As-Sunnah adalah keselamatan. Ilmu akan dicabut dengan segera. Tegaknya ilmu adalah kekokohan agama dan dunia sedangkan hilangnya ilmu maka hilang pula semuanya
(Lammudurul Mantsur Minal Qaulil Ma’tsur ).

Al-Imam Az-Zuhri rahimahullah berkata:Ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan: “Berpegang dengan As-Sunnah adalah keselamatan. Ilmu itu tercabut dengan segera, maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dengan perginya para ulama akan hilang pula semua itu (ilmu dan agama).”
 (Al-Lalikai 1/94 no. 136 dan Ad-Darimi, 1/58 no. 16)


Imam Ahmad bin Hambal berkata :
Ilmu adalah karunia yang diberikan Allah kepada orang yang disukainya. Tidak ada seorangpun yang mendapatkannya karena keturunan.

Abul Hasan al Karkhi berkata :
Saya hadir di majelis Abu Khazim pada hari Jum’at walaupun tidak ada pelajaran, agar tidak terputus kebiasaanku menghadirinya.


Basyr bin Al Harits Al Hafiy mengatakan :
“Aku tidak mengetahui ada seseorang yang ingin tenar kecuali berangsur angsur agamanyapun akan hilang. Silahkan jika ketenaran yang dicari. Orang yang mencari ketenaran sungguh ia kurang bertaqwa kepada Allah.”
(Ta’thirul Anfas hal 284)


Ibnu Mas’ud berkata :
“Kalian dalam perjalanan malam dan siang, umur umur kalian berkurang, amal amal tercatat serta kematian datang dengan tiba tiba. Siapa yang menanam kebaikan akan segera menuai kesenangan, siapa yang menanam kejelekan akan segera menuai penyesalan. Setiap penanam akan mendapatkan apa yang ditanam. Yang telah menjadi bagiannya tidak akan meleset darinya, dan ketamakan tidak akan meraih apa yang tidak ditakdirkan atasnya. Siapa yang memberi kebaikan maka Allah Ta’alaa akan memberinya kebaikan dan siapa yang menjaga diri dari kejelekan maka Allah Ta’alaa akan menjaganya. Orang orang bertaqwa adalah pemimpin, ahli fikih adalah penuntun dan duduk bersama mereka adalah tambahan (ilmu).”
(Siyar A’lamin Nubala 1/497)